Mandatory Spending of Education and Health Budget in Papua

  • Kekry B
N/ACitations
Citations of this article
53Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

This study aims to reveal the phenomenon of compliance with mandatory spending on education and health in 29 regencies/cities in Papua. The data analysis method applies quantitative descriptive data by using regional financial data, namely: Regional Revenue and Expenditure Targets, Education and Health Expenditure Allocation for Fiscal Year 2021, Realization of Regional Income, and Expenditure, Education and Health Expenditure Allocation for the Fiscal Year 2017-2020. The main finding of this study is that 27 local governments have not complied with mandatory spending on education, while for health, there are six local governments in Papua. Of course, this fact indicates one of the weaknesses in achieving the competitiveness of human development in Papua. Next is the fact that study results show that the amount of regional income and expenditure is not necessarily accompanied by the level of compliance with mandatory spending. This indicates the poor quality of planning and budgeting at the local government level in Papua. The author is aware of the limitations of this study; in disclosing the facts of compliance with mandatory spending on education and health, it is hoped that further research can measure the impact of mandatory spending on regional development performance indicators through an econometric model approach.Tujuan penelitian ini, mengungkapkan fenomena kepatuhan mandatory spending pendidikan dan kesehatan pada 29 Kabupaten/Kota di Papua. Metode analisis data, menerapkan deksriptif kuantitaif melaui pemanfaatan data keuangan daerah yaitu: Target Pendapatan dan Belanja Daerah, Alokasi Belanja Pendidikan dan Kesehatan Tahun Anggaran 2021, Realisasi Pendapatan dan Belanja Daerah, Alokasi Belanja Pendidikan dan Kesehatan Tahun Anggaran 2017-2020. Temuan utama penelitian ini, 27 pemerintah daerah belum patuh terhadap mandatory spending pendidikan, sedangkan untuk kesehatan terdapat 6 pemerintah daerah di Papua. Tentunya fakta ini mengindikasikan, salah satu kelemahan pencapaian daya saing pembangunan manusia di Papua. Selanjutnya ialah, fakta hasil penelitian bahwa besarnya pendapatan dan belanja daerah, belum tentu dibarengi dengan tingkat kepatuhan mandatory spending. Sehingga mengindikasikan, lemahnya kualitas perencanaan dan penganggaran pada tingkat pemerintah daerah di Papua. Penulis menyadari adanya keterbatasan penelitian ini, pada pengungkapan fakta kepatuhan mandatory spending pendidikan dan kesehatan, diharapkan penelitian selanjutnya dapat mengukur pengujian dampak mandatory spending terhadap indikator kinerja pembangunan daerah, melalui pendekatan model ekonometrik.

Cite

CITATION STYLE

APA

Kekry, B. P. N. (2022). Mandatory Spending of Education and Health Budget in Papua. Jurnal Perencanaan Pembangunan: The Indonesian Journal of Development Planning, 6(1), 54–63. https://doi.org/10.36574/jpp.v6i1.268

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free