Dehidrasi Etanol Menggunakan Zeolit Teraktivasi Irradiasi Lampu Sinar Ultraviolet (UV Light) pada Kolom Fixed Bed

  • Ansor M
  • Simparmin Br. Ginting
  • Muhammad Haviz
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
17Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Untuk mendapatkan kemurnian etanol >99,5% diperlukan metode adsorpsi menggunakan Zeolit Alam Lampung (ZAL). Agar dapat digunakan sebagai adsorben zeolit harus dilakukan aktivasi dengan menggunakan irradiasi lampu sinar ultraviolet germicidal lamp 254 nm, black light lamp 360 nm dan insect lamp 546 nm. Hasil uji karakteristik BET didapatkan luas permukaan zeolit non-treatment 41,331 m2/g, germicidal lamp 41,158 m2/g, black light lamp 40,399 m2/g dan insect lamp 38,796 m2/g. Total volume pori terbesar didapat dari zeolit aktivasi sinar uv germicidal lamp 0,0690 cc/gram dan ukuran rata-rata pori terdapat pada zeolit akivasi insect lamp 35,57 Å. Setelah diaktivasi zeolit dibentuk pellet menggunakan binder dari tepung terigu dengan komposisi 35% berat zeolit, kemudian zeolit di kalsinasi untuk menghilangkan binder yang masih merekat dan membuka pori yang tertutup binder. Hasil yang diperoleh di dehidrasi etanol untuk meningkatkan kemurnian dengan menggunakan zeolit yang teraktivasi sinar uv germicidal lamp 98,69% v/v selama 45 menit, black light dan insect lamp 98,69% v/v selama 55 menit.

Cite

CITATION STYLE

APA

Ansor, M. P., Simparmin Br. Ginting, Muhammad Haviz, & Darmansyah. (2022). Dehidrasi Etanol Menggunakan Zeolit Teraktivasi Irradiasi Lampu Sinar Ultraviolet (UV Light) pada Kolom Fixed Bed. Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu Dan Aplikasi Teknik, 21(1), 64–73. https://doi.org/10.55893/jt.vol21no1.442

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free