Peran Keluarga Dalam Pencegahan dan Penanggulangan Stunting Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Desa Kauman RT 16 RW 08 Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan

  • Priharwanti A
  • Amalia R
N/ACitations
Citations of this article
141Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Abstract. Pekalongan district was ranked 4th in Central Java as district with nutritional problems that have not been handled optimally. The result of weighing 10.316 children under five carried out in 2020 showed that 1.631 children under five were indicated stunting. Intervention activities in reducing stunting problem are carried out by team through 2 methods (offline and online) within a month from November 23 until December 23, 2021 in Kauman village.  The offline method is carried out by “door to door” to avoid crowds and Focus Group Discussion (FGD) while still adhering to health protocols. Online activities are carried out through WhatsApp groups, Google Meet, and Youtube. Intervention activities has been done by 5 activities: 1) 3P+S: Placing Clean & Healthy Lifestyle and Stunting Posters, 2) 'EDULINTING' Stunting Mobile Education, 3) Movement for Parents to Understand Nutrition, Stunting Free Children, 4) CEMANGGI (Healthy and Nutritious Snack): Pumpkin Flavored Milk Pudding, and 5) FGD: DWM 'Discuss With Mom' with PARENTING theme. As a result of this activity, there has been a change in the behavior of the local community to become healthier in terms of eating patterns and increasing a clean and healthy lifestyle.Keywords: Stunting, Pandemic, Family Role, Public Health Abstrak. Kabupaten Pekalongan menduduki peringkat 4 se-Jawa Tengah sebagai kabupaten dengan permasalahan gizi yang belum tertangani secara optimal. Hasil penimbangan pada 10.316 balita pada 2020, tercatat 1.631 balita terindikasi stunting. Intervensi kegiatan dalam menurunkan permasalahan stunting dilakukan oleh tim pengabdian masyarakat melalui 2 metode yaitu luring dan daring dalam kurun waktu satu bulan yaitu pada 23 November sampai dengan 23 Desember 2021 di Desa Kauman RT 16 RW 08. Metode luring dilakukan secara door to door untuk menghindari kerumunan serta Focus Group Discussion (FGD) dengan penerapan protokol kesehatan. Kegiatan online dilakukan melalui grup WhatsApp, Google Meet, dan Youtube. Intervensi yang dilakukan terdiri dari 5 kegiatan: 1) 3P+S: Penempelan Poster PHBS dan Stunting, 2) Edukasi Keliling Stunting ‘EDULINTING’, 3) Gerakan Orang Tua Paham Gizi Anak Bebas Stunting, 4) CEMANGGI (Cemilan Sehat dan Bergizi): Puding Labu Kuning Fla Susu, dan 5) FGD: DWM ‘Discuss With Mom’ tentang PARENTING. Hasil dari kegiatan tersebut adalah terciptanya perubahan perilaku masyarakat setempat menjadi lebih sehat dari segi pola makan dan meningkatnya pola hidup bersih dan sehat.Kata Kunci: Stunting, Pandemi, Kesehatan Masyarakat

Cite

CITATION STYLE

APA

Priharwanti, A., & Amalia, R. (2022). Peran Keluarga Dalam Pencegahan dan Penanggulangan Stunting Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Desa Kauman RT 16 RW 08 Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan. ABDIMAYUDA: Indonesia Journal of Community Empowerment for Health, 1(1), 40. https://doi.org/10.19184/abdimayuda.v1i1.28918

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free