IKHTILA>F AL-MUFASSIRI>N (Kajian atas Sebab Perbedaan Ahli Tafsir)

  • Bazith A
N/ACitations
Citations of this article
7Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Redaksi ayat-ayat al-Qur’an, tidak dapat dijangkau maksudnya secara pasti, kecuali oleh pemilik redaksi tersebut sebagaimana setiap redaksi yang diucapkan atau ditulis. Hal inilah yang kemudian dapat menimbulkan keanekaragaman dalam penafsiran ayat-ayat al-Qur’an. Karena al-Qur’an menggunakan pola kalimat haqi>qah dan maja>z, tasri>h dan kina>yah serta i’ja>z dan itna>b sebagaimana dikenal dalam ungkapan-ungkapan bahasa Arab. Hanya saja al-Qur’an memiliki kelebihan-kelebihan sesuai dengan kandungan maknanya yang luhur dan tak ada bandingannya dan sebagai mu’jizat dari Allah swt.Kajian ini bertujuan mengkaji sebab-sebab perbedaan yang terjadi di kalangan ahli tafsir dalam menafsirkan al-Qur’an. Dalam kajian ini membahas tentang pengertian ikhtilaf disertai bentuk-bentuk perbedaan, serta sebab-sebab umum dan khusus yang menjadi perbedaan di kalangan ulama tafsir dengan uraian dari ulama-ulama tafsir yang disertai beberapa contoh.

Cite

CITATION STYLE

APA

Bazith, A. (2021). IKHTILA>F AL-MUFASSIRI>N (Kajian atas Sebab Perbedaan Ahli Tafsir). Jurnal Ilmiah Islamic Resources, 18(1), 27. https://doi.org/10.33096/jiir.v18i1.117

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free