Lawikan Kera Ngalam di Tengah Arus Globalisasi

  • Rachmawaty I
N/ACitations
Citations of this article
28Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kebudayaan yang kita kenal sangat khas Malang dan masih terus bertahan meski banyakdihantam berbagai macam kebudayaan luar adalah bahasa prokem atau yang lebih dikenaldengan sebutan bahasa walikan, dan Arek Malang menyebutnya dengan istilah “LawikanKera Ngalam”. Orang asli Malang sering sekali berkomunikasi menggunakan bahasawalikan ini dan tampaknya karena saking terbiasanya, mereka langsung bicara tanpa berpikirterlebih dahulu. Bila kita bukan orang asli Malang, maka tentunya kita akan merasakesulitan memahami apa yang orang bicarakan. Bahasa prokem ini sendiri telah menjadisuatu kebanggaan Arek Malang sehingga di manapun mereka berada, mereka akan selaluberusaha untuk tidak menghilangkan ciri khas daerah asal mereka dengan melakukanpercakapan menggunakan bahasa prokem. Selain itu, penggunaan bahasa prokem bagi arekMalang adalah suatu penanda identitas dan sebagai suatu media yang mengakrabkan satudan lainnya.

Cite

CITATION STYLE

APA

Rachmawaty, I. (2016). Lawikan Kera Ngalam di Tengah Arus Globalisasi. Lakon : Jurnal Kajian Sastra Dan Budaya, 1(1). https://doi.org/10.20473/lakon.v1i1.1922

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free