Abstract
The prevalence of tuberculosis (TB) has increased from 2018, which is recorded 10,000,000 cases of tuberculosis (5,800,000 men and 3,200,000 women) in the worldwide. Indonesia is among the three countries with the highest prevalence of tuberculosis in the world in 2018. The problem obtained from the results of the Healthy Family Indicator survey in Nagari Pianggu is the low percentage of TB patients who seek medical treatment regularly by 35%. This activity aims to increase public awareness about TB and medication adherence to TB sufferers. The activity was carried out using the PDCA (Planning Do Check Action) approach. The activity begins with problem identification, planning, implementation of activities, monitoring and evaluation. The activity was carried out in accordance with the plan, namely in Nagari Pianggu, Sungai Lasi Health Centre Work Area. The results obtained from this activity are the implementation of problem identification activities, determining problems and causes, determining alternative solutions to problems, intervening, compiling monitoring and evaluation plans. Intervention activities in the form of counselling about TB and the distribution of health promotion media went smoothly and it was also recommended that TB sufferers continue treatment until it was completed so that TB problems could be overcome.Prevalensi tuberkulosis (TB) mengalami peningkatan dari tahun 2018, yaitu tercatat 10.000.000 kasus tuberkulosis (5.800.000 pria dan 3.200.000 wanita) di seluruh dunia. Indonesia termasuk tiga negara dengan prevalensi tuberkulosis tertinggi di dunia tahun 2018. Permasalahan yang didapatkan dari hasil survei Indikator Keluarga Sehat di Nagari Pianggu yaitu rendahnya persentase penderita TB yang berobat secara teratur sebesar 35%. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang TB dan kepatuhan minum obat penderita TB. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan PDCA (Plan Do Check Act). Kegiatan diawali dengan identifikasi masalah, penyusunan perencanaan, pelaksanaan kegiatan, monitoring dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan sesuai dengan perencanaan, yaitu di Nagari Pianggu Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Lasi. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah dilaksanakannya kegiatan identifikasi masalah, menetapkan masalah dan penyebab, menentukan alternatif pemecahan masalah, melakukan intervensi, menyusun rencana monitoring dan evaluasi. Kegiatan intervensi berupa penyuluhan mengenai TB dan pembagian media promosi kesehatan berjalan dengan lancar kemudian juga dianjurkan penderita TB untuk tetap melanjutkan pengobatan sampai tuntas sehingga permasalahan TB dapat diatasi.
Cite
CITATION STYLE
Azrimaidaliza, A., Septiadi, A. R., Setiani, N., Ludipa, O. M., Haptiah, H., Dwiwardani, W., & Resty, P. (2019). UPAYA PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT TENTANG TUBERKULOSIS DAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA TUBERKULOSIS DI NAGARI PIANGGU KABUPATEN SOLOK. BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN, 2(1), 1–13. https://doi.org/10.25077/bina.v2i1.88
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.