Abstract
Angka kematian Community-Acquired Penumonia (CAP) di Indonesia menduduki peringkat keempatdari sepuluh penyakit terbanyak tiap tahun. Prinsip terapi utama CAP adalah pemberian antibiotik. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat mempengaruhi keberhasilan terapi. Pola penggunaan antibiotik di rumah sakit biasanya masih berdasarkan pengalaman klinik dan empiris, belum berdasarkan pola kuman dan sensivitas dari antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kesesuaian jenis antibiotik empiris terhadap profi l antibiogram dan luaran klinis pada pasien rawat inap dengan CAP di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional deskriptif-analitik dengan desain cohort retrospektif yang diperoleh dari data rekam medis pasien pneumonia komunitas bulan Januari-Desember 2019 dan data antibiogram Rumah Sakit periode Januari-Juni 2019. Data dikumpulkan dengan metode total sampling dan diperoleh sebanyak 79 pasien pneumonia komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan signifi kan antara kesesuaian pemberian antibiotik empiris terhadap profi l antibiogram dan luaran klinis pasien pada angka leukosit (p = 0.550; RR = 0.725; 95% CI = 0.252-2.086), suhu (p = 0.545; RR = 0.576; 95% CI = 0.049-6.747) dan lama rawat inap (p = 0.631; RR = 0.767; CI95 = 0.258-2.275). Kesimpulan tidak ada hubungan signifi kan antara kesesuaian pemberian antibiotik empiris terhadap profi l antibiogram dan luaran klinis pasien pada angka leukosit, suhu dan lama rawat inap pasien (p>0.05).
Cite
CITATION STYLE
Mujiyanti, M., Perwitasari, D. A., Darmawan, E., & Risdiana, I. (2021). Evaluasi Kesesuaian Pemberian Antibiotik Empiris Terhadap Antibiogram dan Luaran Klinis pada Pasien Pneumonia Dewasa. JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA, 19(1), 102. https://doi.org/10.35814/jifi.v19i1.920
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.