Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Budidaya Ikan Air Tawar Di Kabupaten Pasaman

  • Dadang Mashur
  • Fadel M. Azhari
  • Put ri Zahira
N/ACitations
Citations of this article
175Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Permintaan ikan air tawar di Provinsi Sumatera Barat Kabupaten Pasaman masih tergolong sangat tinggi sedangkan ketersedian ikan air tawar sangat kurang. Hal ini melatarbelakangi pemerintah Kabupaten Pasaman membuat program pemberdayakan masyarakat  di bidang budidaya ikan air tawar dengan tujuan untuk meningkatkan hasil produksi ikan air tawar yang berkualitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang saat ini masih berada dibawah garis kemiskinan. Tujuan riset ini adalah untuk mengetahui keberhasilan pemberdayaan masyarakat dalam budidaya ikan air tawar oleh pemerintah Kabupaten Pasaman. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitattif dengan pendekatan deskriptif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan studi literatur, serta teknik keabsahan data menggunakan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dibidang budidaya ikan air tawar yang dilakukan pemerintah Pasaman bersama masyarakat tergolong berhasil dengan semakin meningkatnya hasil produksi ikan air tawar yang dihasilkan dari 46.809 ton pada tahun 2013 menjadi 51.827  ton pada tahun 2018, sehingga menaikkan tingkat kesejahteraan masyarakat yang sebelumnya berpenghasilan kurang dari Rp 10 juta saat ini telah meningkat menjadi Rp 25 juta per tiga bulan, dan menjadikan Kabupaten Pasaman sebagai salah satu daerah terbaik dalam budidaya ikan air tawar di Indonesia.

Cite

CITATION STYLE

APA

Dadang Mashur, Fadel M. Azhari, & Put ri Zahira. (2020). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Budidaya Ikan Air Tawar Di Kabupaten Pasaman. Jurnal Niara, 13(1), 172–179. https://doi.org/10.31849/niara.v13i1.3969

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free