Abstract
Indonesia sebagai salah satu negara penghasil komoditas batu bara terbesar di dunia memiliki peranan yang penting dalam memenuhi permintaan batu bara di dunia global. Dewasa ini, sebagian besar negara-negara di Eropa kembali beralih kepada batu bara sebagai sumber tenaga pembangkit listriknya. Hal ini disebabkan adanya pandemi Covid-19 serta adanya konflik antara Rusia dan Ukraina yang membuat sumber energi menjadi terancam. Oleh sebab itu, peramalan harga batu bara diperlukan untuk menentukan kebijakan yang tepat dalam menghadapi banyaknya permintaan kebutuhan batu bara di masa mendatang. Pergerakan harga batu bara dipengaruhi oleh harga gas alam. Faktor harga gas alam tersebut akan dimodelkan dalam peramalan harga batu bara acuan menggunakan metode fungsi transfer sebagai deret inputnya. Penelitian ini membandingkan metode ARIMA dan fungsi transfer dalam peramalan harga batu bara acuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model ARIMA dan model fungsi transfer secara berturut-turut menghasilkan nilai MAPE sebesar 23,14% dan 17,66%. Berdasarkan nilai MAPE yang dihasilkan metode fungsi transfer memiliki kemampuan peramalan yang lebih baik dibandingkan dengan metode ARIMA.
Cite
CITATION STYLE
Suci Pujiani Prahesti, Itasia Dina Sulvianti, & Yenni Angraini. (2023). PERAMALAN HARGA BATU BARA ACUAN MENGGUNAKAN METODE AUTOREGRESSIVE INTEGRATED MOVING AVERAGE DAN FUNGSI TRANSFER. Xplore: Journal of Statistics, 12(1), 1–11. https://doi.org/10.29244/xplore.v12i1.1100
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.