Abstract
Penyebaran Asphalt Mixing Plant belum merata di Indonesia sehingga menyulitkan proses pengadaan dan pengembangan jalan di daerah-daerah yang tidak memiliki AMP. Saat ini telah beredar di pasaran produk asbuton campuran panas hampar dingin (cold paving hot mix asbuton), yang terdiri dari agregat, asbuton butir, bahan peremaja dan bahan tambah lain bila diperlukan sesuai dengan ketentuan spesifikasi, yang dihampar dan dipadatkan pada temperatur udara. Pencampuran panas dilakukan secara fabrikasi kemudian dipasarkan dalam bentuk kemasan. Sedangkan penghamparan dan pemadatan dilakukan secara dingin (temperatur udara). Sehingga produk ini juga bisa menjadi alternatif pilihan terutama untuk pembangunan jalan di daerah yang memiliki keterbatasan Unit Pencampur Aspal seperti di daerah-daerah terpencil dan pulau-pulau kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kadar Asbuton modifikasi pada karakteristik Marshall campuran panas lapis pengikat (Asphalt Concrete Binder Course) AC-BC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Stabilitas Marshall yang diperoleh pada kandungan kadar asbuton modifikasi 4,5%, 5,0%, 5,5%, 6%, dan 6,5% sebesar 1218,57 kg, 1415,22 kg, 2251,01 kg, 1548,67 kg, dan 1243,15 kg. Dari hasil ini yang paling optimal adalah kandungan kadar asbuton modifikasi 5,5% dan yang paling kecil kandungan kadar asbuton modifikasi 4,5%. Berdasarkan hubungan antara kandungan kadar asbuton modifikasi dan kuat tekan maka didapatkan kandungan kadar aspal optimum berada pada kadar 5,5%. Nilai hasil pengujian ini sesuai dengan spesifikasi penentuan kadar aspal efektif oleh Departemen Pekerjaan Umum tahun 2006.
Cite
CITATION STYLE
Irianto, Lapian, & Pangeran Holong Sitorus. (2024). STUDI EKSPERIMENTAL KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN AC-BC MENGGUNAKAN ASBUTON MODIFIKASI TIPE RETONA BLEND 55 SEBAGAI BAHAN PENGIKAT. Konferensi Nasional Teknik Sipil (KoNTekS), 1(4). https://doi.org/10.62603/konteks.v1i4.66
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.