RELEVANSI ETIKA KEUTAMAAN ARISTOTELES BAGI PROFESI AKUNTAN

  • Riduwan A
N/ACitations
Citations of this article
13Readers
Mendeley users who have this article in their library.
Get full text

Abstract

Keinginan untuk mempertahankan dan meningkatkan daya saing antar akuntan seringkali memaha akuntan untuk berpaling dari strategi profesi ke strategi bisnis, sehingga sering tujuan meraih laba sebesar-besarnya digunakan sebagai dasar untuk menghalalkan segala cara. Penyelesaian masalah etika dalam profesi akuntan semacam itu akan menjadi lebih mudah apabila projesi akuntan diperlakukan sebagai tindakan (praxis) sehingga ketika profesi dijalankan sesuai dengan keutamaan, akan diperoleh secara serentak kesuksesan, kebaikan, dan kebahagiaan (eudaimonia).Selama ini profesi akuntan diperlakukan sebagai suatu aktivitas pembuat (poeisis) keuntungan, kesejahteraan, dan kenikmatan, yang tujuannya terpisah dari aktivitas profesi itu sendiri. Dengan memperlakukan profesi akuntan sebagai poeisis, akuntan secara individual lebih mementingkan hasil daripada makna dari aktivitas profesi, sehingga akuntan sebagai individu menjadi teralienasi dari aktivitas projesinya sendiri.

Cite

CITATION STYLE

APA

Riduwan, A. (2018). RELEVANSI ETIKA KEUTAMAAN ARISTOTELES BAGI PROFESI AKUNTAN. EKUITAS (Jurnal Ekonomi Dan Keuangan), 7(4), 422–440. https://doi.org/10.24034/j25485024.y2003.v7.i4.363

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free