Partisipasi Masyarakat dalam Rehabilitasi Lahan pada Program Kebun Bibit Rakyat (KBR) di Desa Plukaran Kecamatan Gembong Kabupaten Pati

  • Dewi A
N/ACitations
Citations of this article
45Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pada tahun 2010 pemerintah Indonesia mencanangkan program Kebun Bibit Rakyat (KBR) melaluikegiatan rehabilitasi dan penanaman lahan kritis, kosong atau tidak produktif secara partisipatif.Program ini bertujuan menjaga kualitas daya dukung lingkungan untuk mengurangi degradasi hutandan lahan. Penelitian ini mengkaji partisipasi masyarakat dalam program KBR dan potensikeberlanjutannya di Desa Plukaran Kecamatan Gembong Kabupaten Pati. Penelitian ini menggunakangabungan pendekatan kuantitatif dan kualitatif; pengambilan sampel dilakukan secara random dandidukung wawancara terhadap informan terpilih. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptifdengan teori partisipasi menurut Pomeroy dan Williams (1994). Studi ini telah berhasilmengidentifikasi tingkat partisipasi masyarakat pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.Pada tahap perencanaan, tingkat partisipasi masyarakat masih bervariasi pada tingkat informing danconsultation. Pada tahap pelaksanaan, tingkat partisipasi masyarakat bervariasi antara tingkatinforming, cooperation, dan community control. Pada tahap evaluasi tingkat partisipasi masih beradapada tahap informing. Penelitian ini juga menemukan bahwa pelaksanaan program telah efektifnamun equity masih perlu dicapai untuk memastikan keberlanjutan program.Kata kunci: partisipasi masyarakat, rehabilitasi lahan, KBR (Program Kebun Bibit Rakyat)

Cite

CITATION STYLE

APA

Dewi, A. K. (2013). Partisipasi Masyarakat dalam Rehabilitasi Lahan pada Program Kebun Bibit Rakyat (KBR) di Desa Plukaran Kecamatan Gembong Kabupaten Pati. JURNAL PEMBANGUNAN WILAYAH & KOTA, 9(1), 42. https://doi.org/10.14710/pwk.v9i1.6525

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free