PERAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDes) DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DESA (PADes) DI KECAMATAN TEBING TINGGI KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT

  • Rahmi R
  • Hamid E
  • Yanita M
N/ACitations
Citations of this article
59Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

PERAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDes) DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DESA (PADes) DI KECAMATAN TEBING TINGGI  KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT   ABSTRACT   Rahmi1,Ernawati Hamid2, Mirawati Yanita3   1Alumni  of the Agribusiness Study Program, Postgraduate Program, Jambi University 2Lecturer of the Agribusiness Study Program, Postgraduate Program, Jambi University Email : rahmirahmansp@gmail.com      Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan BUMDes (Maju Jaya, Gerbang Nusantara, Karya Bersama) di Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Tanjung Jabung Barat, (2) Mengkaji pendapatan BUMDes (Maju Jaya, Gerbang Nusantara, Karya Bersama) di Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Tanjung Jabung Barat, (3) Menganalisis peran BUMDes dalam meningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes) di Kecamatan Tebing Tinggi. Metode penentuan daerah penelitian ditentukan secara purposive. Penelitian dilakukan pada Bulan November 2021 sampai dengan bulan Januari 2022. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Deskriptif kualitatif, yang digunakan untuk menjawab tujuan pertama yakni, untuk mendeskripsikan BUMDes (Maju Jaya, Gerbang Nusantara, BUMDes Karya Bersama) Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Analisis Deskriptif kuantittatif, yang digunakan untuk menjawab tujuan kedua yakni, mengkaji pendapatan BUMDes pada masing-masing desa penelitian dan tujuan kedua menganalisis peran BUMDes di daerah penelitian dalam meningkatkan Pendapatan Asli Desa. Berdasarkan hasil penelitian BUMDes di Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Tanjung Jabung Barat BUMDes di Kecamatan Tebing tinggi yang berperan aktif terhadap pendapatan asli desa (PADes) adalah BUMDes Maju Jaya, BUMDes Gerbang Nusantara dan BUMDes Karya Bersama. Pendapatan BUMDes yang paling berpengaruh besar terhadap peningkatan PADes salah satunya dihasilkan oleh unit usaha yang bergerak di bidang pertanian yaitu pupuk kompos. Berdasarkan kontribusi pendapatan BUMDes terhadap PADes dari ketiga BUMDes yang berkontribusi dapat disimpulkan bahwa BUMDes Karya Bersama di Desa Delima memiliki kontribusi yang paling besar terhadap PADes di Kecamatan Tebing Tinggi dibandingkan BUMDes dari dua desa lainnya. Artinya BUMDes Karya Bersama memiliki peranan penting terhadap perekonomian desa di Kecamatan Tebing Tinggi. Berdasarkan nilai rata-rata kontribusi pendapatan BUMDes terhadap PADes sebesar 59,74%, sedangkan nilai rata-rata kontribusi pendapatan BUMDes terhadap PADes dari BUMDes Maju Jaya dan BUMDes Gerbang Nusantara masing-masing hanya sebesar 20,59 % dan 10,72 %.   Kata Kunci :        Peran, Pendapatan, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Pendapatan Asli Desa (PADes) ABSTRACT   This study aims to (1) describe the BUMDes (Maju Jaya, Gerbang Nusantara, Karya Bersama) in Tebing Tinggi District, Tanjung Jabung Barat Regency, (2) Assess the income of BUMDes (Maju Jaya, Gerbang Nusantara, Karya Bersama) in Tebing Tinggi District, Tanjung Regency. West Jabung, (3) Analyzing the role of BUMDes in increasing Village Original Income (PADes) in Tebing Tinggi District. The method of determining the research area was determined purposively. The research was conducted from November 2021 to January 2022. The analysis used in this study is qualitative descriptive analysis, which is used to answer the first objective, namely, to describe BUMDes (Maju Jaya, Gerbang Nusantara, BUMDes Karya Bersama) Tebing Tinggi District, Tanjung Regency. West Jabung. Quantitative descriptive analysis, which is used to answer the second objective, is to examine the income of BUMDes in each research village and the second objective is to analyze the role of BUMDes in the research area in increasing Village Original Income. Based on the results of the research, BUMDes in Tebing Tinggi District, Tanjung Jabung Barat Regency, BUMDes in Tebing Tinggi District that play an active role in village original income (PADes) are BUMDes Maju Jaya, BUMDes Gate Nusantara and BUMDes Karya Bersama. The income of BUMDes that has the most influence on the increase in PADes is produced by business units engaged in agriculture, namely compost. Based on the contribution of BUMDes income to PADes from the three contributing BUMDes, it can be concluded that Karya Bersama BUMDes in Delima Village has the largest contribution to PADes in Tebing Tinggi District compared to BUMDes from the other two villages. This means that BUMDes Karya Bersama has an important role in the village economy in Tebing Tinggi District. Based on the average value of BUMDes income contribution to PADes, it is 59.74%, while the average value of BUMDes income contribution to PADes from BUMDes Maju Jaya and BUMDes Gate Nusantara is only 20.59% and 10.72%, respectively.   Keywords: Role, Income, Village Owned Enterprises (BUMDes), Village Original Income (PADes)   PENDAHULUAN   Amanat Undang-undang Desa Nomor 6 tahun 2014 ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat. Dengan mendorong pembangunan desa-desa mandiri dan berkelanjutan yang memiliki ketahanan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa membentuk suatu badan keuangan yaitu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bisa mendirikan usaha-usaha untuk meningkatkan ekenomi masyarakat.  Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) adalah suatu lembaga/badan perekonomian desa yang berbadan hukum dibentuk dan dimiliki oleh Pemerintah Desa, dikelola secara ekonomis mandiri dan profesional dengan modal seluruhnya atau sebagian besar merupakan kekayaan desa yang dipisahkan. Pada akhirnya BUMDes dibentuk dengan tujuan memperoleh keuntungan untuk memperkuat Pendapatan Asli Desa (PADes), memajukan perekonomian desa, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Pendapatan Asli Desa (PADes) adalah penerimaan dari berbagai usaha pemerintah desa untuk mengumpulkan dana guna keperluan desa dalam membiayai kegiatan rutin/pembangunan. Pendapatan Asli Desa berasal dari penerimaan tanah kas desa, pasar/kios desa, pemandian umum yang diurus desa, daya tarik wisata, bangunan milik desa yang disewakan, kekayaan desa lainnya, swadaya dan partisipasi masyarakat dan gotong royong masyarakat Berdasarkan data perkembangan BUMDes di Provinsi Jambi semenjak tahun 2015 sampai dengan Tahun 2021 terdapat 1.146 BUMDes, yang terdiri dari 738 BUMDes yang masih aktif dan sebanyak 408 BUMDes yang sudah tidak aktif. Dalam perkembangannya, BUMDes di Provinsi Jambi diklasifikasikan berdasarkan beberapa kategori dengan indikator sebagai berikut: (1) Mandiri (laba bersih pertahun > Rp. 500 Juta) (2) Maju (laba bersih pertahun > Rp. 100 Juta) (3) Berkembang (laba bersih pertahun > Rp. 30 Juta) (4) Tidak Berkembang (laba bersih pertahun < 30 Juta) Berdasarkan data yang diperoleh dari data klasifikasi BUMDes tahun 2021 dapat dijadikan rekapitulasi untuk melihat kategori BUMDes masing-masing Kabuaten/Kota yang ada di Provinsi Jambi. Berdasarkan klasifikasi dengan indikator laba bersih pertahun yang terdapat di Provinsi Jambi mayoritas BUMDes di Provinsi Jambi berada pada tahap tidak berkembang, dan sebagian lagi berkembang. Hanya terdapat empat BUMDes yang berada di kategori maju, yakni BUMDes yang berasal dari Batanghari terdapat satu BUMDes, Muaro Jambi terdapat satu BUMDes, dan Tanjung Jabung Barat terdapat 3 (tiga) BUMDes. Kategori yang terakhir yaitu kategori mandiri yang hanya berasal dari satu kabupaten yakni Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Kabupaten Tanjung Jabung Barat memiliki 13 kecamatan yang terdiri dari 114 desa. Dari 114 desa tersebut hanya terdapat 68 desa yang memiliki BUMDes berstatus aktif, 46 desa berstatus tidak aktif. Di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, kecamatan Tebing Tinggi memiliki semua kategori BUMDes yakni BUMDes Mandiri, BUMDes Maju, BUMDes Berkembang dan BUMDes Tidak Berkembang diantara semua kecamatan yang ada di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Berdasarkan data BUMDes yang dipeoleh menunjukkan bahwa Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Tanjung Jabung Barat memiliki 9 BUMDes yang terdiri dari 3 BUMDes kategori tidak berkembang, 3 BUMDes kategori berkembang, dua BUMDes kategori maju, dan 1 BUMDes kategori mandiri. BUMDes yang masuk kategori Mandiri dari Kecamatan Tebing Tinggi adalah Desa Delima. Sedangkan BUMDes yang masuk dalam kategori Maju adalah BUMDes dari Desa Adi Jaya dan BUMDes dari Desa Dataran Kempas. Pencapaian BUMDes sebagai BUMDes Maju dan Mandiri di Kecamatan Tebing Tinggi dapat memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan perekonomian di Kecamatan Tebing Tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk Mendeskripsikan BUMDes (Maju Jaya, Gerbang Nusantara, Karya Bersama) di Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Mengkaji pendapatan BUMDes (Maju Jaya, Gerbang Nusantara, Karya Bersama) di Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Menganalisis peran BUMDes dalam meningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes) di Kecamatan Tebing Tinggi.   METODE PENELITIAN   Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat Kecamatan Tebing Tinggi. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa daerah yang dipilih merupakan daerah di dalam Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang memiliki BUMDes dengan kategori maju dan mandiri lebih banyak daripada semua BUMDes yang ada di Provinsi Jambi. Adapun objek dari penelitian ini adalah BUMDes dengan laba bersih dari unit usaha BUMDes lebih dari Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah) per-tahun. Populasi dari penelitian ini adalah BUMDes Maju Jaya Desa Adi Jaya, BUMDes Gerbang Nusantara Desa Dataran Kempas, BUMDes Karya Bersama Desa Delima, dengan unit usaha yang diteliti adalah unit usaha yang bergerak dibidang pertanian atau Agribisnis dan Pendapatan Asli Desa yang diambil atau diteliti yaitu Pendapatan Asli Desa (PADes) yang bersumber dari Hasil Usaha Desa  penelitian ini dilaksanakan pada Bulan November 2021 sampai dengan bulan Januari 2022. Sumber data yang digunakan berasal dari data primer dan data sekunder. Metode penarikan sampel adalah Purposive Sampling, sedangkan sampel yang digunakan adalah unit usaha BUMDes yang berkaitan dengan bidang pertanian. Jumlah sampel penelitian terdiri dari 12 orang yang merupakan orang yang mengelola masing-masing unit usaha, dimana untuk BUMDes Maju Jaya dengan unit usaha TBS terdiri dari 3 orang dan unit usaha pupuk 1 orang. BUMDes Gerbang Nusantara dengan unit usaha kompos terdiri dari 3 orang dan unit usaha jahe 2 orang, serta BUMDes Karya Bersama dengan unit usaha kompos terdiri dari 3 orang. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Deskriptif Kuantitatif dan Kualitatif. Untuk mengetahui Peran BUMDes dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Desa dapat diketahui seberapa besar kontribusinya dengan Rumus Kontribusi menurut Mangkoesoebroto dan Algifari, 1992 sebagai berikut: Kontribusi           =   Pendapatan BUMDes x 100% ................(1)                                    PADes HASIL DAN PEMBAHASAN   Gambaran Umum Daerah Penelitian Kecamatan Tebing Tinggi adalah salah satu kecamatan yang terletak di Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang merupakan hasil pemekaran dari Kecamatan Tungkal Ulu. Seiring perkembangannya, kemajuan Kecamatan Tebing Tinggi sangat pesat karena didukung oleh keberadaan perusahaan besar yang bergerak di bidang industry manufaktur, kehutanan dan perkebunan.   Gambaran  Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kecamatan Tebing Tinggi BUMDes adalah suatu lembaga ekonomi yang dikelola bersama oleh pemerintah dan masyarakat desa dengan tujuan perekonomian desa dengan memperhatikan potensi dan kebutuhan yang ada pada masyarakat desa (Suharyanto,2014). Adapun deskripsi BUMDes secara garis besar dapat dilihat pada tabel 1 berikut ini: Tabel 1. Deskripsi BUMDes (Maju Jaya, Gerbang Nusantara, dan Karya Bersama) No. Deskripsi BUMDes Nama BUMDes Maju Jaya Gerbang Nusantara Karya Bersama 1. Desa Adi Jaya Dataran Kempas Delima 2. Pendirian BUMDes Tahun 2016 Tahun 2016 Tahun 2016 3. Modal Awal Rp. 150.000.000,- Rp. 300.000.000,- Rp. 135.000.000,- 4. Unit Usaha (Keseluruhan) Unit usaha Tandan Buah Segar (TBS), Unit usaha Pupuk, Unit BRILink dan unit Simpan Pinjam Unit usaha pupuk kompos , unit usaha jahe, sewa ruko, BRILink, Unit pasar Unit usaha pupuk kompos, unit perdagangan, unit jasa, unit usaha wisata, unit air RO, unit BRILink 5. Unit Usaha (Pertanian) Unit Usaha Tandan Buah Segar (TBS)  dan Unit Usaha Pupuk Unit usaha pupuk kompos dan unit usaha jahe Unit usaha pupuk kompos 6. Sarana Pendukung         a. Pengelola Unit Usaha Tandan Buah Segar (TBS) 3 orang, Pupuk 1 orang Unit usaha pupuk kompos 3 orang dan unit usaha jahe 2 orang Unit usaha pupuk kompos 3 orang   b. Prioritas Unit usaha Tandan Buah Segar (TBS) Pupuk kompos Unit usaha pupuk kompos 7. Modal Total Modal (2017-2021) =Rp. 982.521.762 Rp. 900.000.000,- Total Modal (2017-2021) = Rp. 800.000.000 8. Sumber Modal Dana Desa Dana Desa Dana Desa 9. Pendapatan BUMDes Total Pendapatan (2017-2021) = Rp.768.920.695 Total Pendapatan (2017-2021)= Rp. 895.455.661 Total Pendapatan (2017-2021) = Rp. 1.673.945.354 10. Partner Kerja Sama PT. Agro Wiyana, Fortius, Makin Group dan Palma PT. Wira Karya Sakti PT. Wira Karya Sakti Sumber: Data diolah oleh peneliti                 Berdasarkan Tabel 1 dapat dilihat bahwa  Permodalan BUMDes berasal dari Dana Desa yaitu Modal awal BUMDes Maju Jaya sebesar Rp. 150.000.000,- BUMDes Gerbang Nusantara sebesar Rp. 300.000.000,- dan BUMDes Karya Bersama Rp. 135.000.000,- dan dengan modal tersebut terjadi penambahan modal sampai dengan Tahun 2021 menjadi Rp.  982.521.762,- (BUMDes Maju Jaya) Rp. 900.000.000,- (BUMDes Gerbang Nusantara) dan Rp.  800.000.000,- (BUMDes Karya Bersama).   Pendapatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)      Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa Pasal 71 Ayat (1) menyatakan bahwa Keuangan Desa adalah semua hak dan kewajiban desa yang dapat dinilai dengan uang serta segala sesuatu berupa uang dan barang yang berhubungan dengan pelaksanaan hak dan kewajiban Desa. Pasal 72 Ayat 1 (a), disebutkan sumber pendapatan desa berasal dari Pendapatan Asli Desa (PADes) terdiri atas hasil usaha, hasil aset, swadaya dan partisipasi, gotong royong, dan lain-lain pendapatan asli desa. Pendapatan Asli Desa (PADes) di daerah penelitian salah satunya adalah bersumber dari BUMDes. Banyaknya unit usaha BUMDes yang dikelola tergantung kepada potensi desa itu sendiri. Unit usaha BUMDes ada yang berasal dari usaha pertanian dan non pertanian.   BUMDes Maju Jaya Tujuan didirikannya BUMDes Maju Jaya adalah sebagai upaya menampung seluruh kegiatan dibidang ekonomi ataupun pelayanan umum yang dikelola Desa atau kerja sama antar desa dengan harapan kedepannya kepengurusan BUMDes Maju Jaya dapat bekerjasama dengan baik agar dapat menghasilkan hasil yang maksimal, sehingga dapat mendongkrak ekonomi masyarakat menjadi lebih baik lagi. BUMDes Maju Jaya mendapatkan  Pendapatan sampai akhir tahun 2021 adalah sebesar Rp. 279.860.180,- dengan rincian pada Tabel 2. Tabel 2.  Pendapatan BUMDes Maju Jaya Tahun 2017 s.d 2021 Tahun Pendapatan (Rp) Laba Bersih (Rp) Setor PADes (Rp) 2017 47.562.411 39.826.411 7.965.282 2018 107.572.000 40.530.747 8.106.149 2019 145.233.884  132.872.967 26.574.593 2020 188.692.260 167.035.499 33.407.099 2021 279.860.180 270.393.917 54.078.783  Sumber : Laporan Keuangan BUMDes Maju Jaya, Tahun 2017 s.d 2021   Berdasarkan tabel 2 di atas, pada tahun 2021 BUMDes Maju Jaya memberikan sebesar 20% ke PADes dari laba bersih yang didapatkan BUMDes Maju Jaya. Hal ini sesuai dengan aturan pembagian hasil sisa usaha.   BUMDes Gerbang Nusantara              Bumdes Gerbang Nusantara berperan sebagai media pemasaran dari tiap unit usaha yang dijalankannya. Modal awal dibentuknya BUMDes Gerbang Nusantra sebesar Rp.300.000.000. (tiga ratus juta rupiah). Rincian mengenai jumlah pendapatan BUMDes Gerbang Nusantara terdapat dalam Tabel 3.   Tabel 3. Pendapatan BUMDes Gerbang Nusantara Tahun 2017 s.d 2021 Tahun Pendapatan (Rp) Laba Bersih (Rp) Setor PADes (Rp) 2017 98.700.570 65.870.800 13.174.160 2018 156.462.781 126.420.018 25.284.003.6 2019 245.760.870 198.356.718 39.671.343.6 2020 185.870.600 145.765.900 29.153.180 2021 208.660.840 170.856.650 34.171.330 TOTAL 895.455.661 707.270.086 141.454.017,2 Sumber : Dokumen Laporan Keuangan BUMDes Gerbang Nusantara Tahun 2017 s.d 2021 Dari Tabel 3 dapat dilihat terjadi penurunan pendapatan pada Tahun 2020, hal ini disebabkan terjadinya perubahan kepengurusan BUMDes, dengan kepengurusan baru tersebut terjadi konflik internal dalam BUMDes, sehingga terjadi penurunan pendapatan dan hanya memberikan 20% ke PADes sebesar Rp. 57.153.180,-   BUMDes Karya Bersama                 Desa Delima merupakan desa yang mengelola BUMDes Karya Bersama. Unit usaha Karya Bersama ada yang berasal dari usaha non pertanian dan pertanian. Berdasarkan penyertaan modal sejak tahun 2016 hingga tahun 2021, BUMDes Karya Bersama mendapatkan penerimaan berjumlah Rp. 17.512.332.643 dengan pendapatan berjumlah Rp. 2.150.705.896 dan menyumbangan setoran Pendapatan Asli Desa (PADes) berjumlah Rp. 669.117.904. Rincian mengenai jumlah omset diatas terdapat dalam Tabel 4 berikut ini : Tabel 4.         Total Penerimaan, Pendapatan dan Setoran PADes dari  BUMDes Karya Bersama Tahun 2017 s.d 2021 Tahun Total Penerimaan (Rp) Pendapatan (Rp) Setor PAD Desa (Rp) 2017 10.960.120  7.069.410 1.413.882 2018 800.486.236 690.840.036 158.168.006 2019 796.468.237 672.585.226 174.800.000 2020 650.782.600 579.462.324 211.907.000 2021 740.490.565 476.760.542 378.705.425 TOTAL 2.999.187.758 2.426.717.538 924.994.313 Sumber: Profil BUMDes Karya Bersama, Tahun 2017 s.d 2021                 Dari tabel 4 dapat dilihat bagi hasil sisa usaha 40% hasil dari pendapatan BUMDes diperuntukkan untuk PADes, dengan demikian semakin besar pendapan BUMDes maka semakin besar pula pendapatan desa yang dihasilkan   Analisis Peran BUMDes dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Desa Kontribusi Pendapatan BUMDes terhadap pendapatan PADes Peran BUMDes terhadap peningkatan PADes dapat dilihat melalui semakin tinggi pendapatan BUMDes maka semakin besar pula kontribusi pendapatan yang disumbangkan ke Pendapatan Asli Desa. Berdasarkan hasil perhitungan yang diperoleh menunjukkan semakin tinggi pendapatan BUMDes dapat mencerminkan peningkatan PADes. Pada akhirnya BUMDes dibentuk dengan tujuan memperoleh keuntungan untuk memperkuat Pendapatan Asli Desa (PADes), memajukan perekonomian desa, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Tabel 5. Kontribusi Pendapatan  BUMDes terhadap pendapatan PADes Tahun 2017 s.d 2021 BUMDes Tahun Setor BUMDes ke PADes TOTAL PADes Persentase (%) Maju Jaya 2015 0 0 0 2016 0 0 0 2017 7.965.282 45.000.000 17,70 2018 8.106.149 125.000.000 6,48 2019 26.574.593 45.000.000 59,05 2020 33.407.099 614.817.305 5,43 2021 54.078.783 378.705.425 14,28 Gerbang Nusantara 2015 0 0 0 2016 0 0 0 2017 13.174.160 121.580.000 10,84 2018 25.284.003 216.002.000 11,71 2019 39.671.343 319.000.600 12,44 2020 29.153.180 427.670.000 6,82 2021 34.171.330 289.900.000 11,79 Karya Bersama 2015 0 0 0 2016 0 0 0 2017 0 0 0 2018 276.336.014 315.700.000 87,53 2019 269.034.090 392.670.000 68,51 2020 231.784.930 419.787.000 55,21 2021 190.704.217 218.090.000 87,44 Sumber : Data diolah oleh peneliti                   Berdasarkan Tabel 5 dapat dilihat bahwa keberadaan BUMDes memberikan kontribusi  yang tinggi terhadap peningkatan PADes. Hal tersebut sejalan dengan tujuan dibentuknya BUMDes pada  Permendes No.4 Tahun 2015 Tentang Pendirian, Pengurusan dan Pengelolaan, dan Pembubaran Badan Usaha Milik Desa Pasal 3 yaitu meningkatkan perekonomian desa.  Keberadaan BUMDes Maju Jaya, Gerbang Nusantara, dan Karya Bersama memainkan peran yang sangat penting terhadap Pendapatan Asli Desa. Hal tersebut tentunya berhubungan dengan hasil masing-masing unit usaha dalam menjalankan bisnisnya. Dari pencapaian inilah memberikan  pengaruh yang baik dalam peningkatan PADes. Gambar 1. Grafik persentase kontribusi Pendapatan BUMDes terhadap PADes                 Berdasarkan gambar 1 kontribusi pendapatan BUMDes terhadap PADes dari ketiga BUMDes yang berkontribusi dapat disimpulkan bahwa BUMDes Karya Bersama di Desa Delima memiliki kontribusi yang paling besar terhadap PADes di Kecamatan Tebing Tinggi dibandingkan BUMDes dari dua desa lainnya. Artinya BUMDes Karya Bersama memiliki peranan penting terhadap perekonomian desa. Berdasarkan nilai rata-rata kontribusi pendapatan BUMDes terhadap PADes sebesar 59,74%, sedangkan nilai rata-rata kontribusi pendapatan BUMDes terhadap PADes dari BUMDes Maju Jaya dan BUMDes Gerbang Nusantara masing-masing hanya sebesar 20,59 % dan 10,72 %.  Hal tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Chikamawati (2015) menghasilkan kesimpulan bahwa BUMDes salah satu pilar pembangunan desa yang digalakkan oleh pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Sebagai sebuah sentral ekonomi desa, diharapkan BUMDes mempunyai peran dalam pembangunan desa yang berkelanjutan, pemberdayaan masyarakat desa, dan peningkatan terhadap ekonomi desa.                 KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut BUMDes di Kecamatan Tebing tinggi yang berperan aktif terhadap pendapatan asli desa (PADes) adalah BUMDes Maju Jaya, BUMDes Gerbang Nusantara dan BUMDes Karya Bersama. Pendapatan BUMDes yang paling berpengaruh besar terhadap peningkatan PADes salah satunya dihasilkan oleh unit usaha yang bergerak di bidang pertanian yaitu pupuk kompos. Dan berdasarkan kontribusi pendapatan BUMDes terhadap PADes dari ketiga BUMDes yang berkontribusi dapat disimpulkan bahwa BUMDes Karya Bersama di Desa Delima memiliki kontribusi yang paling besar terhadap PADes di Kecamatan Tebing Tinggi dibandingkan BUMDes dari dua desa lainnya. Artinya BUMDes Karya Bersama memiliki peranan penting terhadap perekonomian desa di Kecamatan Tebing Tinggi. Berdasarkan nilai rata-rata kontribusi pendapatan BUMDes terhadap PADes sebesar 59,74%, sedangkan nilai rata-rata kontribusi pendapatan BUMDes terhadap PADes dari BUMDes Maju Jaya dan BUMDes Gerbang Nusantara masing-masing hanya sebesar 20,59 % dan 10,72 %.    DAFTAR PUSTAKA   Anggraeni, Maria Rosa Ratna. 2016. “Peranan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pada Kesejahteraan Masyarakat Pedesaan Studi Pada Bumdes Di Gunung Kidul, Yogyakarta”, MODUS Vol.28 (2): 155-167, 2016. Bahareh Ansari dan Mirdamadi. 2013. Sustainable Entrepreneurship in Rural Areas’ Research Journal of Environmental and Earth Sciences. 5(1), pp. 26–31. doi: 10.19026/rjees.5.5635. Chikamawati, Zulifah. 2015. Peran BUMDes Dalam Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Pedesaan Melalui Penguatan Sumber Daya Manusia. Skripsi. Universitas Soedirman. Jawa Tengah. Dipublikasikan. http://jp.feb.unsoed.ac.id/index.php/sca-1/article/view/603. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. 2021. Laporan Rincian Keuangan BUMDes Maju Jaya. Jambi. Hernanto F. 1991. Ilmu Usahatani. Penebar Swadaya. Jakarta. Infobumdes. 2021. 5 Sektor Prioritas BUMDes. Diakses di https://infobumdes.id/5-sektor-prioritas-bumdes/. Pada tanggal 12 Januari 2022 Maryunani. 2008. Pembangunan Bumdes dan Pemerdayaan Pemerintah Desa. Pustaka Setia. Bandung. Modal BUMDes. 2021. Diakses di : https://infobumdes.id/modal-bumdes/. Pada Tanggal 12 Januari 2022. Permendes PDTT. 2020. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Dan Transmigrasi Republik Indonesia No. 13 Tahun 2020.  PDTT, Pemendes, (16), pp. 1689–1699. Putra, A. R. 2010. Analisis Kelayakan Usaha Pupuk Organik Darul Fallah (Studi Kasus: Unit Pupuk Organik Pondok Pesantren Darul Fallah, Kabupaten Bogor, Jawa Barat). Agribisnis IPB. Diakses di https://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/60399. Pada tanggal 12 Januari 2022 Romadhon. 2020. Analisis Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Teluk Pandan Rambahan Kabupaten Tebo. UIN Sultan Thaha Saipuddin Jambi. Soekartawi. 1995. Analisis Usaha Tani. UI-Press. Jakarta. Wiryanta, Bernadinua T. Wahyu. Bertanam Cabai Pada Musim Hujan. Cetakan Pertama. Yunus. 2011. Kontribusi Usaha Budidaya Rumput Laut Terhadap Pendapatan Keluarga. Jurnal Penelitian Universitas Hasanudin.

Cite

CITATION STYLE

APA

Rahmi, R., Hamid, E., & Yanita, M. (2023). PERAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDes) DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DESA (PADes) DI KECAMATAN TEBING TINGGI KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT. Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis, 25(02), 38–45. https://doi.org/10.22437/jiseb.v25i02.19324

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free