Abstract
Studi ini merupakan studi yang dilakukan berkenaan dengan dampak tayangan televisi sinetron terhadap perkembangan perilaku sosial anak usia 5 tahun di Perumahan Pondok Padalarang Indah Blok B3 No 28 RT 05 RW 22. Penelitian ini dilatar belakangi berdasarkan temuan peneliti mengenai perilaku sosial anak yang memiliki perilaku sosial kurang sesuai dengan tahap perkembangannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil perilaku sosial anak, kebiasaan anak dalam menonton televisi, peran orangtua dalam mendampingi anak menonton televisi dan dampak dari tayangan televisi sinetron terhadap perilaku sosial anak. Penelitian ini dilakukan dalam upaya mengungkap bahwa tayangan televisi sinetron saat ini memiliki kontribusi besar dalam mempengaruhi perilaku sosial anak terutama terhadap perilaku sosial anak berupa imitasi yang merupakan awal dari perilaku sosial anak, perilaku sosial anak terhadap teman sebaya dan perilaku sosial anak terhadap orang dewasa yang ada di sekitar anak.Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus dimana peneliti menjadi instrumen utama dalam melakukan penelitian, dengan cara analisis terperinci berdasarkan catatan lapangan, hasil dari observasi, dokumentasi serta melakukan wawancara mendalam, dengan sampel satu orang anak perempuan berusia 5 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tayangan televisi sinetron memberikan dampak terhadap perkembangan perilaku sosial anak. Berdasarkan teori Walter Lippman Powerfull Effect mengungkapkan bahwa media masa termasuk televisi memiliki pengaruh yang besar serta mendalam bagi seseorang, dimana media mampu mempengaruhi manusia dan memberikan suntikan berupa ide, informasi bahkan propaganda untuk melakukan sesuatu, dalam konteks anak, propoganda adalah sebuah dorongan untuk anak mengikuti aksi- aksi yang ada dalam televisi. Dampak yang diakibatkan oleh tayangan televisi sinetron tersebut mempengaruhi perilaku sosial anak terutama pada pola perilaku sosial anak terhadap teman sebaya dan orang dewasa, yaitu perilaku anak melebihi perilaku usia anak 5 tahun, hal ini disebabkan oleh perilaku imitasi anak saat menonton televisi. Kata the binding mode of flexible polypeptides to proteins is an important task that falls outside the domain of applicability of most small molecule and protein−protein docking tools. Here, we test the small molecule flexible ligand docking program Glide on a set of 19 non-α-helical peptides and systematically improve pose prediction accuracy by enhancing Glide sampling for flexible polypeptides. In addition, scoring of the poses was improved by post-processing with physics-based implicit solvent MM- GBSA calculations. Using the best RMSD among the top 10 scoring poses as a metric, the success rate (RMSD ≤ 2.0 Å for the interface backbone atoms) increased from 21% with default Glide SP settings to 58% with the enhanced peptide sampling and scoring protocol in the case of redocking to the native protein structure. This approaches the accuracy of the recently developed Rosetta FlexPepDock method (63% success for these 19 peptides) while being over 100 times faster. Cross-docking was performed for a subset of cases where an unbound receptor structure was available, and in that case, 40% of peptides were docked successfully. We analyze the results and find that the optimized polypeptide protocol is most accurate for extended peptides of limited size and number of formal charges, defining a domain of applicability for this approach.
Cite
CITATION STYLE
Astarini, N., Hamid, S. I., & Rustini, T. (2018). STUDI DAMPAK TAVANGAN TELEVISI TERHADAP PERKEMBANGAN PERILAKU SOSIAL ANAK. Cakrawala Dini: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 8(1). https://doi.org/10.17509/cd.v8i1.10554
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.