Abstract
Gereja adalah sebuah visible fellowship dari orang yang datang dari perbedaan dan kemajemukan secara bersama di dalam nama Yesus. Inilah yang disebut gereja yang sesungguhnya. Percaya di dalam gereja berarti percaya kepada janji Tuhan Yesus yang mengatakan bahwa ketika dua tiga orang berkumpul di dalam namaNya, di situlah Ia akan ada di tengah-tengah mereka (Mat. 18:20). Percaya kepada gereja adalah percaya bahwa gereja adalah sebuah “sign” dan “foretaste” dari persekutuan antara manusia dengan Allah dari kerajaanNya yang akan datang. Pandangan gereja ini mengimplikasikan bahwa gereja mempunyai ciri khas tentang kehadiran Yesus dan takdir dari eskatologi, sebagai yang menantikan kerajaan yang akan datang, gereja tetap menjadi bagian dari dunia ini dan ditandai dengan dosa, ketidakpercayaan, dan perpecahan. Untuk pendekatan terstruktur, penulis akan menggunakan penelitian kualitatif untuk menggambarkan situasi dan fenomena kemajemukan gereja dewasa ini yang menyiratkan permasalahan dan ketegangan terselubung antar denominasi di dalam keberagaman. Saya juga akan menggunakan metode deskriptif, korelasional, dan eksploratif. Artikel ini ditutup dengan gereja harus bersatu, dan memahami bahwa ia tidak bisa sendiri tanpa bersama dengan gereja lain tetapi gereja perlu berkompromi dalam menjalankan misi di atas dasar janji Allah.
Cite
CITATION STYLE
Wibowo, C. B. (2023). KEMAJEMUKAN GEREJA DALAM BINGKAI PROMISSIO YANG MEMAKNAI MISSIO DAN COMPROMISSIO. Phronesis: Jurnal Teologi Dan Misi, 6(1), 100–118. https://doi.org/10.47457/phr.v6i1.356
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.