Hubungan Masa Kerja Dan Lama Kerja Dengan Nyeri Leher Pada Pembatik Di Sentra Batik Giriloyo

  • Yani F
  • Anniza M
  • Priyanka K
N/ACitations
Citations of this article
149Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pembatik bekerja dengan sikap kerja duduk statis dan tidak ergonomis dalam waktu 8 jam. Apabila sikap kerja duduk statis dan tidak ergonomis berlangsung dalam jangka panjang, maka akan menimbulkan keluhan muskuloskeletal terutama pada bagian leher. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan masa dan lama kerja dengan nyeri leher pada pembatik di sentra batik Giriloyo. Metode penelitian adalah observasional dengan pendekatan cross sectional dan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang valid dan reliabel. Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Sampel penelitian adalah pembatik di sentra batik Giriloyo yang berjumlah 89 pembatik. Hasil uji statistik korelasi Rank Spearman diperoleh adanya hubungan antara masa kerja dengan nyeri leher dengan nilai r=0,313 (p<0,05). Hubungan lama kerja dengan nyeri leher diperoleh nilai r=0,299 (p<0,005). Pengaruh lama kerja (exp. B=1,906) lebih dominan dibandingkan masa kerja terhadap nyeri leher. Disimpulkan ada hubungan masa kerja dan lama kerja dengan nyeri leher pada pembatik di sentra batik Giriloyo. Pengaruh lama kerja lebih dominan dibandingkan masa kerja terhadap terjadinya nyeri leher pada pembatik di sentra batik Giriloyo.

Cite

CITATION STYLE

APA

Yani, F., Anniza, M., & Priyanka, K. (2020). Hubungan Masa Kerja Dan Lama Kerja Dengan Nyeri Leher Pada Pembatik Di Sentra Batik Giriloyo. Jurnal Ergonomi Indonesia (The Indonesian Journal of Ergonomic), 6(1), 31. https://doi.org/10.24843/jei.2020.v06.i01.p04

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free