Optimasi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Berbasis Teknologi Co-Gasifikasi Thermal dengan Refuse Derived-Fuel sebagai Solusi Permasalahan Sampah dan Lingkungan

  • Nurfadhilah I
  • Marliana L
  • Lutfiah L
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
13Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Refuse Derived Fuel (RDF) merupakan bahan bakar yang dihasilkan dari bermacam jenis limbah terutama sampah perkotaan (municipal solid waste). RDF dihasilkan dari pemisahan fraksi yang mudah terbakar (combustible fraction) dan fraksi sampah yang sulit dibakar (non-combustible fraction) secara mekanik. Berdasarkan Synthesis Report Indonesia Marine Debris Hotspot Tahun 2018 ditemukan bahwa komposisi MSW Indonesia secara rata-rata memiliki karakter komposisi MSW sampah organik sebanyak 63,18%, diikuti oleh plastik, kertas, kayu, logam, kaca dan lainnya yang masing-masing sebanyak 13,16%; 8.75%; 6,97%; 1,06%; 0,99% dan 3,17%. Maka dengan karakteristik sampah tersebut, metode Refuse Derived-Fuel merupakan teknologi pre-treatment yang paling efektif diterapkan di Indonesia saat ini khususnya pada proses co-gasifikasi sebagai bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) existing di Indonesia.

Cite

CITATION STYLE

APA

Nurfadhilah, I., Marliana, L., Lutfiah, L., & Zahra, S. F. (2022). Optimasi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Berbasis Teknologi Co-Gasifikasi Thermal dengan Refuse Derived-Fuel sebagai Solusi Permasalahan Sampah dan Lingkungan. COMSERVA Indonesian Jurnal of Community Services and Development, 1(10), 850–858. https://doi.org/10.36418/comserva.v1i10.169

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free