SIDHARTA KARYA HERMANN HESSE DAN DI TEPI SUNGAI PIEDRA AKU DUDUK DAN MENANGIS KARYA PAULO COELHO DALAM FILSAFAT EKSISTENSIALISME DAN PENCARIAN PENCERAHAN

  • Kasiyun S
N/ACitations
Citations of this article
18Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Karya sastra merupakan suatu bentuk filsafat yang dibungkus dalam bentuk khusus. Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan mendeskripsikan nilai filsafat eksistensialisme dan pencarian pencerahan yang terkandung dalam novel karya Hermann Hesse dan Paulo Coelho. Titik tolak metode eksistenasial, tidak seorang pun dapat meraih kebenaran hanya dengan menonton atau hanya dengan melakukan observasi. Kebenaran hanya diperoleh oleh orang  yang berperan dalam kehidupan itu sendiri.Untuk meraih kebenaran itu Siddharta dalam novel Siddharta  dan pacar Pilar dalam  Di Tepi Sungai Piedra Aku Duduk dan Menangis. Siddhartamenemukan pencerahan setelah berinteraksi dengan alam. Pencapaian Siddharta setelah melalui berbagai macam proses interaksi merupakan wujud eksistensinya. Demikian juga pacar Pilar dalam Di tepi Sungai Piedra Aku Duduk dan Menangis, menemukan pencerahan pada jalan religi setelah melakukan interaksi secara horisontal kepada sesama manusia.

Cite

CITATION STYLE

APA

Kasiyun, S. (2014). SIDHARTA KARYA HERMANN HESSE DAN DI TEPI SUNGAI PIEDRA AKU DUDUK DAN MENANGIS KARYA PAULO COELHO DALAM FILSAFAT EKSISTENSIALISME DAN PENCARIAN PENCERAHAN. Paramasastra, 1(1). https://doi.org/10.26740/parama.v1i1.1472

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free