Abstract
Hipertensi di Indonesia menempati posisi kedua dari sepuluh penyakit terbanyak pasien rawat jalan dengan pravelensi 34% yang diukur pada orang dengan usia diatas 18 tahun di 34 provinsi Indonesia tahun 2018 (Rikesdas, 2018). Hipertensi dapat disebabkan oleh pola makan, konsumsi natrium yang tinggi dan kurangnya aktivitas fisik. Hal ini sering terjadi pada masyarakat yang tinggal di daerah perkotaan dan pesisir pantai. Dimana masyarakat sering mengonsumsi natrium yang cukup tinggi dengan kebiasaan kurang beraktivitas pada masyarakat perkotaan. Tujuan : dari kegiatan ini adalah memberikan edukasi tentang hipertensi. Metode : Metode kegiatan ini dengan melakukan test (pre test dan post test) , sebelum dan sesudah penyuluhan dilakukan untuk menilai tingkat pengetahuan atau pemahaman masyarakat tentang penyakit hipertensi sebagai indikator keberhasilan dari suatu program promosi kesehatan. Hasil : penyuluhan menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan atau pemahaman masyarakat tentang hipertensi yaitu dari 30 menjadi 97 persen. Berdasarkan hasil penilaian ini diharapakan masyarakat dapat lebih memahami pengendalian dan mewaspadai hipertensi.
Cite
CITATION STYLE
Rangkuti, W. fridina sandy, Sudarto, Sarliana Zaini, & Ajeng Puspita Putri. (2023). Upaya Pengendalian Dan Pencegahan Hipertensi Melalui Pendidikan Kesehatan Dalam Pengaturan Pola Hidup Sehat. WASATHON Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(03), 15–20. https://doi.org/10.61902/wasathon.v1i03.684
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.