Pengembangan Ekonomi Kreatif Pada Masa Pandemi Covid-19 Dalam Perspektif Social Entrepreneurship

  • Aprillia Indah Pangestu
  • Ratnawati S
N/ACitations
Citations of this article
103Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengembangan ekonomi kreatif pada masa pandemi COVID-19 utamanya dalam perspektif social entrepreneurship. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui studi literatur. Berdasarkan data yang bersumber dari laporan OPUS Ekonomi Kreatif 2020, menunjukkan bahwa kontribusi dari subsektor ekonomi kreatif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai nilai sebesar Rp 1.211 triliun. Berdasarkan Laporan Kinerja Badan Ekonomi Kreatif Tahun 2019, terdapat 17 subsektor yang menjadi fokus dalam pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia yang mana fokus pengembangan tersebut dilakukan untuk memperoleh hasil yang paling baik utamanya dalam bidang pendapatan. Salah satu langkah yang dapat dilaksanakan untuk mengembangkan ekonomi kreatif yaitu melalui bank sampah dengan melakukan daur ulang (recycle) sampah anorganik. Dalam melakukan pengelolaannya, apabila suatu bank sampah memiliki kesulitan dalam hal pendanaan dapat melakukan pinjaman kepada salah satu kewirausahaan sosial (social entrepreneurship) yaitu Gandeng Tangan.  Pada masa pandemi COVID-19 saat ini, usaha bank sampah dirasa memiliki potensi yang baik. Salah satu produk yang dapat dihasilkan dari dilakukannya daur ulang sampah yaitu kerajinan tangan atau seni kriya yang masuk dalam salah satu subsektor ekonomi kreatif Indonesia.

Cite

CITATION STYLE

APA

Aprillia Indah Pangestu, & Ratnawati, S. (2022). Pengembangan Ekonomi Kreatif Pada Masa Pandemi Covid-19 Dalam Perspektif Social Entrepreneurship. Entrepreneur: Jurnal Bisnis Manajemen Dan Kewirausahaan, 3(1), 469–479. https://doi.org/10.31949/entrepreneur.v3i1.1489

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free