Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan dan perubahan akuntansi keberlanjutan pada abad ke-21. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan. Penelitian ini mengeksplorasi pemikiran pelaku bisnis yang bertransisi dari perspektif economic bottom line ke triple bottom line, hingga paradigma pentuple bottom line yang mencakup lima aspek: ekonomi, sosial, lingkungan, spiritualitas, dan fenoteknologi. Penambahan dua aspek baru diharapkan mendorong komitmen organisasi dalam mencapai pembangunan berkelanjutan. Penerapan praktik akuntansi keberlanjutan membutuhkan akuntan berkualifikasi untuk menangani isu strategis dan menyusun laporan keberlanjutan yang komprehensif. Temuan menunjukkan evolusi akuntansi keberlanjutan, mulai dari tanggung jawab sosial hingga tantangan praktik di era saat ini. Kesimpulan dari penelitian ini adalah: pertama, laporan keberlanjutan sangat dipengaruhi oleh kegiatan harian perusahaan; kedua, profitabilitas mempengaruhi pengungkapan laporan keberlanjutan; dan ketiga, ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, meskipun pertumbuhan perusahaan berdampak negatif terhadap nilai tersebut. Kata Kunci : Akuntansi Keberlanjutan, Paradigma Pentuple Bottom Line, Laporan Keberlanjutan, Profitabilitas, Pembangunan Berkelanjutan
Cite
CITATION STYLE
Akhda, M., & Rianindita, N. (2024). LITERATUR REVIEW ANALISIS LAPORAN KEBERLANJUTAN PERUSAHAAN DI INDONESIA. Jurnal Akuntansi, Keuangan, Perpajakan Dan Tata Kelola Perusahaan, 2(2), 589–597. https://doi.org/10.70248/jakpt.v2i2.897
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.