PENGARUH TEKANAN DAN DIAMETER NOZEL PADA INLINE AIR CONVEYOR DENGAN MENGGUNAKAN METODE COMPUTATIONAL FLUID DYNAMIC (CFD)

  • Septyan Mulyana I
  • Agung Dwi Sapto
N/ACitations
Citations of this article
14Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Air conveyor merupakan alat untuk pemindahan material. Alat ini memanfaatkan udara bertekanan dari kompresor dan dikonversikan menjadi kecepatan udara. Alat ini di desain berbentuk seperti pipa dengan saluran hisap dan saluran buang serta saluran pasokan udara bertekanan. Proses analisis menggunakan perangkat lunak berbasis CFD Solidworks. Analisis yang dilakukan, yaitu pada rongga dalam pipa dengan menganalisa aliran udara atau velocity dan tekanan udara atau pressure. Hasilnya dapat diketahui dengan cut plot dan flow trajection. Variasi Input awal total pressure sebesar 1,5 bar dan 2 bar. Dan variasi diameter nozzle sebesesar 1mm dan 1,5 mm. Hasil dari simulasi menunjukan penurunan tekanan terbesar terjadi pada ukuran nozzle 1mm dan tekanan input 2 bar yang menunjukan nilai Δp 1,93. Kecepata aliran fluida pada saluran hisap terbesar pada ukuran nozzle 1mm dan tekana input 2 bar yang menunjukan nilai 36 m/s, Dan Kecepata aliran fluida pada saluran buang terbesar pada ukuran nozzle 1mm dan tekana input 2 bar yang menunjukan nilai 47 m/s.

Cite

CITATION STYLE

APA

Septyan Mulyana, I., & Agung Dwi Sapto. (2022). PENGARUH TEKANAN DAN DIAMETER NOZEL PADA INLINE AIR CONVEYOR DENGAN MENGGUNAKAN METODE COMPUTATIONAL FLUID DYNAMIC (CFD). Jurnal Ilmiah Teknik, 1(2), 65–75. https://doi.org/10.56127/juit.v1i2.74

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free