Prevalensi Gejala Gangguan Gastrointestinal Pada Pasien Penyakit Parkinson

  • Taslim Pinzon R
  • Al Jody A
  • Sugianto S
N/ACitations
Citations of this article
19Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Gejala gastrointestinal merupakan salah satu gejala non-motor yang sering dialami oleh pasien penyakit Parkinson. Di Indonesia, terkhusus Yogyakarta, belum ada penelitian yang mencari angka prevalensi tersebut. Non-motor symptom assessment scale for Parkinsons disease (NMSS) merupakan salah satu instrumen yang mampu menyaring gejala tersebut.Mencari angka prevalensi gejala gangguan gastrointestinal pasien penyakit Parkinson di Rumah Sakit, Bethesda, Yogyakarta.Penelitian ini adalah penelitian observatif deskriptif dengan disain potong lintang. Tiga puluh satu pasien penyakit Parkinson di Rumah Sakit Bethesda, Yogyakarta, diambil dengan teknik consecutive sampling, selanjutnya diwawancarai menggunakan kuisioner NMSS. Hasil wawancara dianalisis dengan analisa univariat.Dari 31 sampel, didapatkan gejala gangguan gastrointestinal dialami oleh 17 (54,8%) sampel. Urutan gejala gangguan gastrointestinal yang paling banyak ditemukan adalah konstipasi (41,93%), sialorea (29,03%), dan kesulitan menelan (6,45%).Didapatkan 54,8% sampel mengalami gejala gangguan gastrointestinal, dengan urutan gejala yang paling banyak ditemukan adalah konstipasi, sialorea, dan kesulitan menelan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Taslim Pinzon, R., Al Jody, A., & Sugianto, S. (2019). Prevalensi Gejala Gangguan Gastrointestinal Pada Pasien Penyakit Parkinson. Jurnal Kedokteran YARSI, 27(1), 010–016. https://doi.org/10.33476/jky.v27i1.647

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free