Pendidikan Kesehatan: Stop Pernikahan Usia Dini sebagai Langkah Awal Pencegahan Stunting di Desa Pangadegan Kabupaten Sumedang Jawa Barat

  • Hasna A
  • Azzahra D
  • Sabila I
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
12Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tingginya angka pernikahan usia dini di Desa Pangadegan menjadi permasalahan yang berpotensi meningkatkan risiko stunting pada anak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya ibu-ibu yang memiliki anak remaja, mengenai dampak pernikahan dini terhadap stunting. Metode yang digunakan adalah asuhan keperawatan yang meliputi lima tahap: identifikasi masalah melalui survei awal dengan 265 responden, penetapan masalah, perencanaan materi berupa media visual dan kuesioner, implementasi penyuluhan kesehatan melalui ceramah, pemutaran video layanan masyarakat, serta evaluasi melalui Pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta setelah kegiatan pendidikan kesehatan dilakukan. Evaluasi lanjutan dilakukan satu bulan setelah kegiatan untuk memantau perubahan di masyarakat. Dampak yang diterima masyarakat adalah meningkatnya kesadaran tentang bahaya pernikahan dini serta pentingnya pencegahan stunting sejak dini melalui edukasi keluarga.

Cite

CITATION STYLE

APA

Hasna, A. N., Azzahra, D. N., Sabila, I., Aisah, N., Rosadi, N. C., & Sukaesih, N. S. (2025). Pendidikan Kesehatan: Stop Pernikahan Usia Dini sebagai Langkah Awal Pencegahan Stunting di Desa Pangadegan Kabupaten Sumedang Jawa Barat. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 5(3), 1039–1046. https://doi.org/10.54082/jamsi.1747

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free