Abstract
Data We are social menunjukkan penetrasi populasi dibandingkan dengan jumlah mobile phone yang terkoneksi sebesar 124% pada Januari 2020. Hal ini menunjukkan angka yang sangat besar. Kebutuhan dan akses internet bahkan melonjak lagi pada banyak device seperti laptop dan komputer sejak diberlakukannya pembelajaran secara daring. Guru sebagai pemegang peran penting dalam desain pembelajaran berlomba-lomba membuat bahan ajar digital demi memfasilitasi pembelajaran daring ini. Semua hal yang sifatnya digital dan daring menjadi bahan-bahan yang wajib dipelajari dan dikuasai secara cepat oleh guru. Salah satunya adalah membangun website pembelajaran. Banyak pelatihan mengenai website pembelajaran, namun masih sedikit pelatihan yang spesifik membahas fitur-fitur tambahan dan interaksi pada website tersebut, salah satunya adalah fitur call to action. Melihat permasalahan ini penulis merasa perlu untuk mengadakan pelatihan fitur call to action pada website untuk guru. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa adanya peningkatan keterampilan terkait desain website pembelajaran dan penguasaan fitur interaksi berupa call to action. Peserta pelatihan dapat mengimplementasikan fitur ini pada website pembelajaran masing-masing.
Cite
CITATION STYLE
M Mutoharoh, Dewi Muliyati, Raffa Fitra Ramadannisa, & Vidya Kusumah Wardani. (2022). PENINGKATAN INTERAKSI WEBSITE PEMBELAJARAN MELALUI PELATIHAN FITUR CALL TO ACTION. Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains Dan Aplikasinya (JPMSA), 2(1), 9–14. https://doi.org/10.21009/jpmsa.v2i1.28378
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.