Abstract
Riset ini mengkaji rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematika, khususnya dalam materi pengukuran luas, di kelas IV SDN Bojong Menteng II Kota Bekasi. Masalah ini terlihat dari kesulitan siswa dalam menggunakan prosedur pemecahan masalah yang benar dan menjelaskan elemen-elemen masalah seperti informasi yang diketahui, yang ditanyakan, dan kesimpulan akhir. Riset ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas model Problem Solving dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika. Penelitian menggunakan desain eksperimen Quasi Experimental Design dengan bentuk Nonequivalent Pretest-Posttest Control Group Design, melibatkan kelas IV SDN Bojong Menteng II Kota Bekasi sebagai sampel. Hasil riset ini memperlihatkan bahwasanya penerapan model Problem Solving memberikan dampak positif terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. Dalam kelas eksperimen, memperoleh hasil rerata 45,32, sementara posttest meningkat menjadi 73,52. Sebaliknya, kelas kontrol menunjukkan nilai pretest 48,80 dan posttest 55,72. Berdasarkan temuan ini, kesimpulan yang diperoleh bahwasanya model Problem Solving secara signifikan memberikan peningkatan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik di kelas IV.
Cite
CITATION STYLE
Aknes Widianti, Arrahim, & Ririn Nurcholida Anisa. (2024). PENGARUH MODEL PROBLEM SOLVING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DI SDN BOJONG MENTENG II KOTA BEKASI. JIPMat, 9(2), 295–304. https://doi.org/10.26877/jipmat.v9i2.1077
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.