Interpretasi Elemen Vernakular pada Tata Ruang Kawasan sebagai Implementasi Regionalisme Kritis

  • Maulana S
  • Suswati S
N/ACitations
Citations of this article
27Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Dampak globalisasi di Kawasan Danau Toba telah menyebabkan hilangnya identitas kawasan yang telah mengakibatkan penurunan nilai dan image kawasan. Tujuan penelitian ini adalah menjadikan elemen vernakular sebagai identitas pada tata ruang kawasan, melalui penerapan teori regionalisme kritis. Lokasi penelitian berada di Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo. Tahapan penelitian terdiri dari pengumpulan data melalui arsip literatur tentang vernakular Batak Toba dan survey aktivitas masyarakat Tongging melalui observasi, penyebaran kuesioner, dan wawancara semi-terstruktur, tahap analisis dan sintesis berupa analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian berupa potensi kawasan yang dapat dikembangkan sebagai identitas kawasan berdasarkan interpretasi elemen vernakular, yaitu: 1) budaya agraris; 2) penataan ruang yang mengadopsi bentuk kampung; 3) budaya gotong royong melalui peningkatan partisipasi aktif masyarakat dalam perbaikan kawasan; dan 4) bentuk arsitektur tropis yang beradaptasi terhadap iklim.Dampak globalisasi di Kawasan Danau Toba telah menyebabkan hilangnya identitas kawasan yang telah mengakibatkan penurunan nilai dan image kawasan. Tujuan penelitian ini adalah menjadikan elemen vernakular sebagai identitas pada tata ruang kawasan, melalui penerapan teori regionalisme kritis. Lokasi penelitian berada di Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo. Tahapan penelitian terdiri dari pengumpulan data melalui arsip literatur tentang vernakular Batak Toba dan survey aktivitas masyarakat Tongging melalui observasi, penyebaran kuesioner, dan wawancara semi-terstruktur, tahap analisis dan sintesis berupa analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian berupa potensi kawasan yang dapat dikembangkan sebagai identitas kawasan berdasarkan interpretasi elemen vernakular, yaitu: 1) budaya agraris; 2) penataan ruang yang mengadopsi bentuk kampung; 3) budaya gotong royong melalui peningkatan partisipasi aktif masyarakat dalam perbaikan kawasan; dan 4) bentuk arsitektur tropis yang beradaptasi terhadap iklim.

Cite

CITATION STYLE

APA

Maulana, S., & Suswati, S. (2014). Interpretasi Elemen Vernakular pada Tata Ruang Kawasan sebagai Implementasi Regionalisme Kritis. Jurnal Tataloka, 16(1), 29. https://doi.org/10.14710/tataloka.16.1.29-36

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free