CSR disclosure – legitimacy dan perubahan retorika

  • Wahyudi I
N/ACitations
Citations of this article
103Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

This study decribes and analyzes the rhetorical changes of CSR disclosures of PT Aneka Tambang which relates to the company's environmental conducts in response to institutional pressures.Using a case study approach – the data for this study based on the sustainability reports published by the company from 2006 -2015. Interpretive textual analysis is exploited by focusing on the use of rhetoric and rhetorical arguments through researcher's subjective understanding – subjective sense making. The development of the disclosures for the period studied is contrasted with institutional pressures – domestic and international – by exploiting new institutional theory. The results show that for the period of ten years, the company's disclosures can be categorised into three periods – reducing environmental harm, awareness in preserving environment, and environmental management excellence. In order to gain social legitimacy, institutional pressures from external parties influenced the way how the company adjusted its contents of disclosures. A B S T R A K Penelitian ini bermaksud menjelaskan dan menganalisis perubahan retorika yang digunakan di dalam pelaporan CSR PT Aneka Tambang Tbk dengan fokus pada pelaporan manajemen lingkungan sebagai respons terhadap tuntutan dan tekanan institusi. Penelitian ini adalah sebuah studi kasus dengan menggunakan data dari laporan tahunan perusahaan – laporan keuangan dan laporan keberlanjutan usaha yang dipublikasikan selama periode 2006-2015. Interpretive textual analysis digunakan dengan memfokuskan pada penggunaan retorika dan argumentasi retorik di dalam laporan dengan menggunakan pemahaman subyektif peneliti. Dengan menggunakan teori institusi baru, perkembangan perubahan retorika pengungkapan selama 2006-2015 akan dianalisis dikaitkan dengan perubahan-perubahan tekanan instistusi domestik dan internasional. Hasil penelitian menunjukan bahwa retorika pengungkapan pelaoran selama sepuluh tahun dapat dibagi menjadi tiga periode, yaitu penekanan pada pengurangan kerusakan lingkungan, kesadaran dalam menjaga lingkungan, dan manajemen lingkungan excellence. Dalam rangka mendapatkan legitimasi sosial, ternyata tekanan institusi domestik dan internasional mempengaruhi retorika yang digunakan di dalam pelaporan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Wahyudi, I. (2017). CSR disclosure – legitimacy dan perubahan retorika. Jurnal Akuntansi & Auditing Indonesia, 21(1), 70–80. https://doi.org/10.20885/jaai.vol21.iss1.art7

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free