Peranan ACEIs. ARB dan ARNI pada Penyakit Ginjal Kronik

  • Wahyudi A
  • Wahyudi
N/ACitations
Citations of this article
7Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Latar Belakang: Penyakit ginjal kronik (PGK) dan penyakit kardiovaskular (PKV) merupakan dua kondisi berkaitan dan sering muncul bersamaan. Penggunaan obat yang bekerja di sistem renin angiotensin aldosteron (RAA) eperti golongan ACEIs, ARB, dan ARNI merupakan pilihan utama  pada hipertensi dan bagian pilar utama terapi pada gagal jantung fraksi ejeksi rendah. Efek samping hiperkalemia dan peningkatan kreatinin serum sering menjadi alasan bagi klinisi untuk tidak memberikan ACEIs/ARB pada pasien PGK. Metode: Pendekatan narrative review, sumber literatur dari Pubmed, Google Scholar dan Science Direct dengan kata kunci PGK, PKV, RAAS inhibitor. Kriteria inklusi berupa artikel sesuai tema penelitian, artikel terindeks scopus dan diterbitkan tahun 2016 – 2025. Kriteria eksklusi meliputi artikel yang tidak dapat diakses, tidak menjawab jenis review. Hasil: Penggunaan obat yang bekerja di sistem RAA pada PGK aman dan memberikan outcome yang baik. Penghentian terapi akan meningkatkan risiko progresivitas end stage renal disease (ERSD) 1,29 kali dan insiden PKV 1,38 kali. Kesimpulan: Penggunaan obat yang bekerja di sistem RAA seperti golongan ACEIs, ARB, dan ARNI pada pasien PGK aman, efektif dan memberikan outcome yang lebih baik.

Cite

CITATION STYLE

APA

Wahyudi, A., & Wahyudi. (2026). Peranan ACEIs. ARB dan ARNI pada Penyakit Ginjal Kronik. Scientific Journal, 5(2), 211–217. https://doi.org/10.56260/sciena.v5i2.322

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free