Abstract
Penggunaan obat herbal dan obat kimia dapat menyebabkan efek yang tidak dikehendaki pada janin selama masa kehamilan terutama pada fase embrionik organogenesis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek teratogenik biji beligo (Benincasa hispida (Thunb.) Cogn.) terhadap mencit betina (Mus musculus). Metode penelitian meliputi ekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70% dan pengujian teratogenik menggunakan hewan uji sebanyak 16 ekor mencit, yang di bagi dalam 4 kelompok. Setiap kelompok terdiri atas 3 betina 1 jantan pada kelompok perlakuan. Kelompok 1 kontrol negatif diberi Na-CMC 1%, kelompok II, III, IV diberi ekstrak etanol biji beligo dengan dosis masing-masing 140 mg/kgBB, 280 mg/kgBB dan 420 mg/kgBB. Semua kelompok diberikan sediaan selama hari ke-6 sampai ke-15 masa kebuntingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol biji beligo pada fetus mencit 100% lengkap. Kesimpulan, ekstrak etanol biji beligo dengan dosis 140 mg/kgBB, 280 mg/kgBB dan 420 mg/kgBB tidak menyebabkan efek teratogenik.
Cite
CITATION STYLE
Alim, N., Sri Sulistyawati Anton, Rusman Hasanuddin, Muhammad Ihsan, & Ni Ketut Sinarsih. (2023). Uji Teratogenik Ekstrak Etanol Biji Beligo (Benincasa Hispida (Thunb.) Cogn.) Pada Mencit Betina (Mus Musculus). Jurnal Yoga Dan Kesehatan, 6(2), 243–253. https://doi.org/10.25078/jyk.v6i2.3079
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.