Efektivitas Penggunaan Metode Aerasi, Koagulasi Biji Kelor dan Filtrasi dalam Penurunan Nilai Zat Besi (Fe) pada Air Gambut

  • Pranata D
  • Nurhasanah N
  • Zulfian Z
N/ACitations
Citations of this article
65Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menentukan efektivitas penggunaan metode aerasi, koagulasi biji kelor dan filtrasi dalam penurunan nilai zat besi (Fe) air gambut serta menentukan kualitas air. Sampel air berupa air gambut, diproses dengan menggunakan metode aerasi, koagulasi biji kelor dan filtrasi. Parameter yang diuji meliputi pH dan zat besi (Fe). Kondisi awal air tanah gambut sebelum menggunakan metode aerasi, koagulasi biji kelor dan filtrasi yaitu nilai pH sebesar 3,5, nilai TDS sebesar 38 mg/L, nilai kekeruhan sebesar 4,13 NTU, dan Fe sebesar 0,91 mg/L. Berdasarkan penggunaan metode koagulasi biji kelor untuk semua konsentrasi diketahui nilai parameter pH sebesar 3,5 s.d. 3,9. Hasil filtrasi memiliki nilai pH sebesar 3,6 s.d. 6,2, sehingga terlihat bahwa parameter pH belum memenuhi standar baku mutu. Parameter Fe telah memenuhi kualitas air bersih pada penggunaan metode koagulasi biji kelor dengan efektivitas mencapai 92%. Proses tersebut mampu menurunkan Fe dari 0,91 mg/L menjadi 0,077 mg/L. Penggunaan metode filtrasi tertinggi mencapai 93% berarti mampu menurunkan Fe dari 0,91 mg/L menjadi 0,063 mg/L pada konsentrasi 1/50. Penurunan nilai Fe air gambut efektif dilakukan dengan menggunakan metode aerasi, koagulasi biji kelor dan filtrasi. Kata Kunci: Aerasi, Air Gambut, Filtrasi, Koagulasi Biji Kelor, Zat Besi

Cite

CITATION STYLE

APA

Pranata, D., Nurhasanah, N., & Zulfian, Z. (2020). Efektivitas Penggunaan Metode Aerasi, Koagulasi Biji Kelor dan Filtrasi dalam Penurunan Nilai Zat Besi (Fe) pada Air Gambut. PRISMA FISIKA, 7(3), 286. https://doi.org/10.26418/pf.v7i3.38437

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free