Abstract
Implementasi Elemen Desain Ruang F Perguruan tinggi di Jakarta Barat merupakan kampus menerima mahasiswa tuli cukup terbanyak. Namun kenyataan ini, setting ruang kuliah di perguruan tinggi masih belum ramah bagi mahasiswa tuli. Hal ini dikarenakan kurangnya menyadari dari masyarakat terhadap pemenuhan kebutuhan akses ruang untuk tuli. Implementasi penerapan konsep desain deaf space pada setting ruang kuliah sangat efektif. Agar dampak audism dari masalah setting ini dapat dikurangi dan pemahaman masyarakat (pengelola, akademisi, dan pengembang /perencana) dapat ditingkatkan untuk mendesain sebuah perguruan tinggi, sehingga mahasiswa tuli dapat beraktivitas belajar dan mengajar secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman ruang yang dirasakan mahasiswa tuli terhadap setting ruang kuliah. Metode yang digunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Menganalisis secara fenomenologis, pengalaman mahasiswa tuli terhadap setting ruang kuliah ini akan mengungkapkan banyak makna yang seringkali tidak terpikirkan. Metode pengumpulan data, adalah observasi dan wawancara untuk pencatatan secara sistematik terhadap fenomena yang diteliti. Pengamatan terutama dilakukan terhadap aktivitas mahasiswa tuli di ruang kuliah teori kelima perguruan di tinggi Jakarta Barat. Hasil penelitian adalah konsep pengalaman ruang mahasiswa tuli terhadap ruang fisik berbasis deaf space design guidelines, karena terkait teori tersebut dapat memberikan pemahaman pemenuhan kebutuhan akses ruang kuliah kepada masyarakat. isik Bagi Mahasiswa Tuli Di Perguruan Tinggi Jakarta
Cite
CITATION STYLE
Harahap, R. M., & Lelo, L. (2020). Implementasi Elemen Desain Ruang Fisik bagi Mahasiswa Tuli di Perguruan Tinggi Jakarta. Jurnal Desain, 8(1), 1. https://doi.org/10.30998/jd.v8i1.6388
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.