Abstract
Cabai merah merupakan komoditas bahan baku yang mungkin tidak bisa digantikan oleh barang lain dan masyarakat tetap membeli cabai walaupun harga yang tinggi karena cabai tersebut tidak dapat digantikan. Kota Semarang merupakan kota yang memiliki harga cabai yang sering mengalami peningkatan dan penurunan harga cabai merah. Dibandingkan dengan kota/kabupaten lain yang ada di Jawa Tengah, Kota Semarang miliki perubahan harga cabai yang naik turunnya harga cukup sering terjadi setiap bulannya. Harga cabai memiliki fluktuasi, karena harga cabai akan rendah ketika musim panennya. Hal ini berdampak merugikan bagi para petani cabai. Harga cabai dapat menggambarkan volatilitas apabila keadaannya sering mengalami fluktuasi. Penelitian ini menggunakan data harga cabai bulanan di Kota Semarang. Metode penelitian ini menggunakan model ARIMA/ARCH-GARCH dengan alat bantu Eviews 10.0. Hasil analisis yang telah dilakukan dengan pendekatan ARIMA dapat ditarik kesimpulan bahwa, harga cabai di Kota Semarang selama satu tahun ke depan dari bulan Agustus tahun 2022 sampai dengan bulan Desember tahun 2023 akan mengalami peningkatan harga yang signifikan.
Cite
CITATION STYLE
Nur Husna, M., & Aji Prakoso, J. (2022). PERAMALAN HARGA CABAI MERAH DI KOTA SEMARANG DENGAN PENDEKATAN MODEL ARCH GARCH. JISMA: Jurnal Ilmu Sosial, Manajemen, Dan Akuntansi, 1(4), 607–614. https://doi.org/10.59004/jisma.v1i4.206
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.