HUBUNGAN KADAR DEBU PM10 DENGAN GANGGUAN FUNGSI PARU PADA PEKERJA PABRIK CPO (CRUDE PALM OIL) DI PT.X PROVINSI KALIMANTAN BARAT

  • Anselma A
  • Trisnawati E
  • Saleh I
N/ACitations
Citations of this article
32Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Debu PM10 sebagai jenis debu lingkungan yang dapat mempengaruhi kesehatan pekerja, merupakan bahan partikel (particulate matter) yang apabila masuk ke dalam organ pernafasan manusia dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Penyakit obstruksi paru menduduki peringkat ke 5 sebagai penyebab kematian di tahun 2018 dan diperkirakan meningkat menjadi peringkat 4 pada tahun 2030 (WHO, 2018). Di Indonesia prevalensi gangguan fungsi paru obstruktif kronik sebesar 3,4% (Riskesdas, 2018). Pabrik CPO (Crude Palm Oil) PT.X Provinsi Kalimantan Barat mempunyai kadar debu 220 μg/Nm3. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kadar debu PM10  dengan gangguan fungsi paru pada pekerja pabrik CPO (Crude Palm Oil) PT.X Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan observasi data sekunder (time series). Sample penelitian sebanyak 70 responden diambil menggunakan teknik purpose sampling. Menggunakan analisis regresi dengan tingkat kepercayaan 95% . Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan antara kadar debu PM10  dengan gangguan fungsi paru menunjukan terjadi hubungan terbalik, dimana semakin meningkat kadar debu maka kapasitas vital paru-paru akan semakin menurun, begitu pula sebaliknnya. Hubungan yang terjadi kadar debu PM10  dengan gangguan fungsi paru adalah hubungan yang lemah. Bagi PT.X diharapkan untuk menambah dan memasang local exhaust di area produksi, menyediakan masker berstandar SNI untuk pekerja dan melakukan KIE tentang bahaya lingkungan kerja serta paparan hazard di tempat kerja.

Cite

CITATION STYLE

APA

Anselma, A., Trisnawati, E., & Saleh, I. (2019). HUBUNGAN KADAR DEBU PM10 DENGAN GANGGUAN FUNGSI PARU PADA PEKERJA PABRIK CPO (CRUDE PALM OIL) DI PT.X PROVINSI KALIMANTAN BARAT. Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa, 6(2), 52. https://doi.org/10.29406/jkmk.v6i2.1768

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free