Resolusi Konflik Berbasis Kearifan Lokal dalam Kehidupan Etnis Sikka Krowe

  • Nasa R
  • Nuwa G
N/ACitations
Citations of this article
124Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Nilai-nilai kearifan lokal diyakini mampu menjadi alternatif dalam fase-fase penurunan intensitas konflik. Nilai-nilai itu menjadi pegangan kelompok masyarakat tertentu yang biasanya akan menjadi bagian hidup tak terpisahkan yang dapat diamati melalui sikap dan perilaku mereka sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri pola penyelesaian konflik berbasis kearifan lokal etnis Sikka Krowe. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan Du’a Moan Watu Pitu sebagai lembaga penyelesai konflik memiliki peran utama dalam upaya penyelesaian konflik dengan menjunjung tinggi nilai perdamaian ‘ali abo papan kewe.’ Pola penyelesaian konflik dalam tiga tahap yaitu repot, lahi dagir bega bolet, dan bura dame. Sanksi yang diberikan sebagai hasil dari lahi dagir bega bolet kepada pihak yang diputuskan bersalah tidak bersifat membebankan atau menyiksa tetapi lebih kepada memperbaiki keseimbangan yang terganggu. Bura dame sebagai sebagai bagian akhir dalam proses penyelesaian konflik mengikat kedua pihak yang berkonflik untuk berdamai dan jika dilanggar maka akan menanggung akibat dari sumpah yang telah dilaksanakan

Cite

CITATION STYLE

APA

Nasa, R., & Nuwa, G. (2021). Resolusi Konflik Berbasis Kearifan Lokal dalam Kehidupan Etnis Sikka Krowe. EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN, 4(1), 1–6. https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i1.1720

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free