Abstract
Dalam penggunaan pertemuan di ruang digital yang menjadi salah satu mode pertemuan di masa pandemi Covid-19, perlu untuk memberi definisi ulang mengenai apa itu kehadiran. Makalah ini akan berargumen bahwa kehadiran yang bermakna di ruang digital bisa dipahami melalui lensa berpikir metaphysics of presence yang diajukan oleh Martin Heidegger dan kritik terhadap metaphysics of presence dari Jacques Derrida. Heidegger mengatakan bahwa kehadiran tidak boleh menjadi sebuah proses yang tidak sengaja dan harus menjadi relasi yang membuat Dasein (subjek) menyadari keterlemparannya dalam ruang dan waktu. Melalui kritiknya atas metaphysics of presence Derrida akan membuat diri menyadari akan tanda dan jejak kehadiran yang datang kepada kita dalam pembahasannya mengenai speech (ucapan) dan text (teks). Melalui konstruksi pemikiran keduanya, tulisan ini akan membangun sebuah argumen bahwa kehadiran antar-subjek yang bermakna bisa dicapai dalam ruang digital
Cite
CITATION STYLE
Pakpahan, B. J. (2021). Mencari Definisi Kehadiran Antar-Subjek yang Bermakna di Ruang Digital. BIA’: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen Kontekstual, 4(1), 1–18. https://doi.org/10.34307/b.v4i1.219
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.