PERUBAHAN SUARA NAPAS DAN FREKUENSI PERNAPASAN PADA KLIEN YANG MENDERITA PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIK (PPOK) DENGAN FISIOTERAPI DADA DI RSUD MARDI WALUYO KOTA BLITAR

  • Setijaningsih T
  • Fazira G
  • Sepdianto T
N/ACitations
Citations of this article
160Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Fisioterapi dada merupakan tindakan keperawatan yang dilakukan untuk membersihkan paru-paru dari sekret. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan perubahan suara napas dan frekuensi pernapasan sebelum dan sesudah fisioterapi dada. Desain penelitian menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan sampel 11 orang. Pengumpulan data dengan menggunakan lembar kuesioner dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata frekuensi pernapasan pada pasien PPOK sebelum dan sesudah fisioterapi dada kunjungan I sampai dengan kunjungan III terjadi penurunan 11 point yakni dari 31x/menit menjadi 20x/menit, dan terjadi perunanan letak lobus yang terdapat suara napas tambahan yaitu ronkhi sebelum dan sesudah fisioterapi dada, pada kunjungan I sampai dengan kunjungan III turun sebanyak dua point yaitu dari tiga lobus atau 46% (5 pasien) menjadi satu lobus yaitu 78%  (7 pasien). Tindakan fisioterapi dada mampu meningkatkan pengeluaran sekret. Pelaksanaan fisioterapi dada sebaiknya dilakukan 2x/hari agar diperoleh hasil yang maksimal.

Cite

CITATION STYLE

APA

Setijaningsih, T., Fazira, G. I., & Sepdianto, T. C. (2019). PERUBAHAN SUARA NAPAS DAN FREKUENSI PERNAPASAN PADA KLIEN YANG MENDERITA PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIK (PPOK) DENGAN FISIOTERAPI DADA DI RSUD MARDI WALUYO KOTA BLITAR. Bali Medika Jurnal, 6(2), 147–154. https://doi.org/10.36376/bmj.v6i2.77

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free