Abstract
Kota Bukittinggi berada dipinggir jalur patahan yang dikenal dengan nama Ngarai Sianok. Selain karena kondisi geologi, Kota Bukittinggi sangat rentan terhadap bencana akibat aktivitas rumah tangga penduduknya, terutama yang bermukim di pinggiran Ngarai Sianok di Kelurahan Belakang Balok. Pemerintah telah menetapkan Kawasan Sempadan Ngarai Sianok yang tidak diperbolehkan untuk dibangun, namun kawasan tersebut sudah sejak dahulu sudah dibangun dan dihuni. Keterbatasan kajian ilmiah terkait gerakan tanah Ngarai Sianok dan dampaknya terhadap permukiman di kelurahan tersebut serta kebutuhan mendesak akan arahan tindakan penanganan permukiman tersebut menjadi dasar peneliti mengangkat topik ini. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan arahan tindakan penanganan permukiman yang berada di kawasan rawan bencana gerakan tanah Ngarai Sianok di Kelurahan Belakang Balok. Hasil penelitian menunjukkan tingkat risiko bencana gerakan tanah di keluraha ini berbeda-beda menurut tipologi permukimannya. Secara garis besar, arahan tindakan penanganan tersebut meliputi: relokasi; penguatan tebing melalui rekayasa teknik dan vegetasi; pembuatan RTH; permukiman dipertahankan dengan rekomendasi khusus.
Cite
CITATION STYLE
Imanda, A. (2013). Penanganan Permukiman di Kawasan Rawan Bencana Gerakan Tanah Studi Kasus: Permukiman Sekitar Ngarai Sianok di Kelurahan Belakang Balok, Kota Bukittinggi. Journal of Regional and City Planning, 24(2), 141. https://doi.org/10.5614/jpwk.2013.24.2.3
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.