Analisis Perbaikan Tegangan Ujung Pada Jaringan Tegangan Menengah 20 KV Express Trienggadeng Daerah Kerja PT PLN (Persero) Area Sigli Rayon Meureudu Dengan Simulasi E-Tap

  • Anisah S
N/ACitations
Citations of this article
39Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kondisi jaringan distribusi yang tidak optimal akan mengakibatkan pelayanan yang kurang efektif pula, diantaranya karena akibat adanya jatuh tegangan.Permasalahan yang dihadapi sekarang adalah ketika beban puncak tegangan yang sampai di GH Trienggadeng 17,8kV dengan keadaan SG-06 menyuplai 5 penyulang yaitu Penyulang Ulim, Kota Meureudu, Simpang 4, Jangka Buya dan Peuduk dengan beban puncak 7,4 MW dan memiliki panjang 34,7 kms dari GI Sigli, sedangkan menurut SPLN No.72 Tahun 1987, bahwa jatuh tegangan yang diperbolehkan adalah 5% dari tegangan kerja, dan Surat Edaran Kementrian ESDM DJK No.50K/23/DJL.3/2017 tentang tegangan menengah terendah dititik pemakaian dan deklarasinya adalah 18kV. Penambahan Incoming SG-10 dan Pengalihan Beban sehingga Incoming SG-10 mensuplai 3 penyulang yaitu Penyulang Jangka Buya, Kota Meureudu dan Peuduk, sedangkan SG-06 mensuplai 2 penyulang yaitu Penyulang Ulim dan Simpang 4, tegangan terima pada Gardu Hubung Trienggadeng membaik atau menaikkan tegangan dari 17,008kV menjadi 18,583kV pada SG-06 dengan kajian E-tap serta tegangan terima sudah sesuai dengan standard SPLN No.72 Tahun 1987

Cite

CITATION STYLE

APA

Anisah, S. (2018). Analisis Perbaikan Tegangan Ujung Pada Jaringan Tegangan Menengah 20 KV Express Trienggadeng Daerah Kerja PT PLN (Persero) Area Sigli Rayon Meureudu Dengan Simulasi E-Tap. JOURNAL OF ELECTRICAL AND SYSTEM CONTROL ENGINEERING, 2(1). https://doi.org/10.31289/jesce.v2i1.1916

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free