Pengenalan Eco-literacy Melalui Media Pembelajaran Dari Sampah di Sekolah Dasar

  • Nurlaili S
N/ACitations
Citations of this article
146Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Abstrak: Sampah merupakan salah satu masalah lingkungan yang sangat besar di Indonesia. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik 2014 (dalam Angga & Djunaidi, 2017) menunjukkan bahwa Indonesia menghasilkan sampah sekitar 187, 2 juta ton / tahun dan menempati urutan kedua sebagai penghasil sampah terbesar di dunia. Sampah bukan hanya berasal dari rumah tangga tetapi juga dari lingkungan sekolah. Jika sampah ini dibiarkan, maka hal itu dapat menyebabkan penyakit. Banyaknya sampah ini juga disebabkan oleh ketidakpedulian masyarakat terhadap lingkungan. Oleh karena itu, eco-literacy harus ditanamkan sejak usia sekolah dasar. Siswa yang sudah memiliki sikap kepedulian terhadap lingkungan, mereka akan berusaha untuk menjaga kehidupan berkelanjutan. Eco-literacy ini juga diperlukan agar siswa mampu mengolah sampah menjadi media pembelajaran sekaligus menjadi modal bagi siswa untuk memahami pembelajaran dengan lebih mudah. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dari beberapa artikel jurnal, buku, maupun sumber lain yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan media daur ulang sampah mengakibatkan siswa lebih peduli terhadap lingkungan sekitarnya dan lebih mudah memahami proses pembelajaran di kelas.

Cite

CITATION STYLE

APA

Nurlaili, S. (2018). Pengenalan Eco-literacy Melalui Media Pembelajaran Dari Sampah di Sekolah Dasar. Journal AL-MUDARRIS, 1(2), 76. https://doi.org/10.32478/al-mudarris.v1i2.171

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free