Abstract
Pemerintah Provinsi Riau dianggap paling utama dalam persiapan dan perencanaan untuk implementasi SDGs di Indonesia. Namun, SDGs adalah kebijakan PBB yang diperkenalkan ke dalam perencanaan pembangunan Provinsi Riau, konsep SDGs bisa sesuai dengan arah kebijakan pembangunan dan bisa juga menjadi sesuatu yang asing, kontradiktif atau bahkan menjadi beban dalam implementasinya di daerah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana proses integrasi dan implementasi SDGs dalam pembangunan daerah, khususnya pengentasan kemiskinan di Provinsi Riau, juga mengungkap kendala apa saja yang dihadapi oleh pemerintah Provinsi Riau. Ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan informasi dengan berbagai cara seperti pengamatan langsung, tinjauan dokumen, pencatatan dan melalui wawancara langsung dengan informan terpilih dari Layanan Daerah yang menangani pengentasan kemiskinan di Provinsi Riau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 17 indikator dalam RPJMD Provinsi Riau yang sejalan dengan indikator SDGs, dan sebanyak 15 indikator SDG yang dapat diproksi menjadi indikator RPJMD, sementara 217 indikator tidak ada dalam RPJMD dan perlu dikembangkan. Dalam SDG RAD Provinsi Riau pada 2017-2019 telah ditetapkan 4 target dan 26 indikator SDG kemiskinan yang didukung oleh berbagai program yang dilaksanakan oleh beberapa layanan terkait dan pihak non-pemerintah lainnya.
Cite
CITATION STYLE
Hasan Warso Syahputra. (2021). PROSES INTEGRASI DAN IMPLEMENTASI SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGs) DALAM PENGENTASAN KEMISKINAN DI PROVINSI RIAU. Jurnal Sumber Daya Manusia Unggul (JSDMU), 2(1), 6–13. https://doi.org/10.46730/jsdmu.v2i1.33
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.