Abstract
Dinamika proses perkembangan di masa remaja tidak hanya melibatkan perubahan fisik namun juga menuntut adanya penyesuaian bagi remaja dalam hal psikologis dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh dari ACT (Acceptance and Commitment Therapy) sebagai terapi untuk remaja pada permasalahan kesehatan mental dan fisik mencakup aspek kognitif, emosi dan perilaku. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review yang menggunakan 4 database meliputi Science Direct, PubMed, Springer Link, dan Scopus, serta critical appraisal telah dilakukan dan menghasilkan 7 literatur dengan kategori remaja usia 10-21 tahun. Hasil menunjukkan bahwa berdasarkan 7 literatur yang telah dikaji ACT terbukti efektif sebagai terapi untuk remaja. Berdasarkan keragaman dalam karakteristik remaja yang dikaji menunjukkan bahwa penerapan ACT berkontribusi positif pada remaja dengan kondisi ASD (autism spectrum disorder), SLD (spesific learning disorder), memiliki kondisi obsesitas serta permasalahan kesehatan mental mencakup distres psikologis seperti stres, kecemasan, depresi, mekanisme pertahanan diri, fleksibilitas dalam menghadapi masalah. Beberapa faktor yang dapat terkait dengan efektivitas terapi ACT pada remaja meliputi jumlah sesi, durasi intervensi, media penyampaian materi serta penugasan. Remaja menunjukkan adanya efek positif pada pemberian daring dan luring pada 4-8 sesi, durasi 30-90 menit serta media penyampaian yang melibatkan media bergambar pada ACT-online serta adanya fleksibilitas waktu pelaksanaan terapi.
Cite
CITATION STYLE
Sanjiwani, A. A. S., & Sari, N. L. K. R. (2025). Efektivitas Acceptance and Commitment Therapy pada Remaja: A Systematic Review. Humanitas (Jurnal Psikologi), 9(1), 155–172. https://doi.org/10.28932/humanitas.v9i1.10566
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.