Tradisi Pujan Kasanga: Mengungkap Konsep Keselarasan Hidup Masyarakat Tengger

  • Sukmawan S
  • Putra M
N/ACitations
Citations of this article
32Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini memiliki dua tujuan. Pertama, untuk mengungkap mitos Juadah Kirik sebagai potensi kekuatan jahat atau potensi kekuatan baik dan mengungkap peran mitos Pusaka Sunggasanga sebagai instrumen untuk menetralisasi keburukan dan menciptakan harmoni. Kedua, merefleksikan mitos Juadah Kirik dan Pusaka Sunggasanga sebagai konsep dan praktik keseimbangan Rwa Bhineda. Penelitian ini berpendekatan kualitatif dan berperspektif folkloristic. Data penelitian diperoleh melalui pengamatan langsung dan wawancara. Analisis data penelitian dilakukan dengan tahapan (1) mengidentifikasi informasi dan narasi mitos (reduksi); (2) mendeskripsikan nilai dan fungsi mitos dikaitkan dengan persepsi dan keyakinan (penyajian); dan (3) menarik simpulan fungsi mitos bagi penguatan eksistensi tradisi dan penegasan tujuan hidup (verifikasi). Hasil penelitian mengungkap, pertama, Juadah Kirik dimitoskan sebagai roh jahat pengganggu masyarakat, sementara itu Sunggasanga dimitoskan sebagai pusaka untuk menetralisasi roh jahat yang dapat mengubah peran Juadah Kirik dari pengganggu menjadi penjaga desa. Kedua, mitos Juadah Kirik dan Pusaka Sunggasanga merupakan proyeksi konsepsi ajaran keselarasan hidup masyarakat Tengger yang bersesuaian dengan ajaran keselarasan Hindu tentang Rwa Bhineda. Praktik Pujan Kasanga yang melatarbelakanginya merupakan praktik pemulihan keselarasan yang menciptakan ketenangan dan kebahagiaan dalam kehidupan masyarakat.Penelitian ini memiliki dua tujuan. Pertama, mengungkap mitos Juadah Kirik sebagai potensi kekuatan jahat atau potensi kekuatan baik dan mengungkap peran mitos Pusaka Sunggasanga sebagai instrumen untuk menetralisasi keburukan dan menciptakan harmoni. Kedua, merefleksikan mitos Juadah Kirik dan Pusaka Sunggasanga sebagai konsep dan praktik keseimbangan Rwa Bhineda. Penelitian ini berpendekatan kualitatif dan berperspektif folkloristic. Data penelitian diperoleh melalui pengamatan langsung dan wawancara. Analisis data penelitian dilakukan dengan tahapan (1) mengidentifikasi informasi dan narasi mitos (reduksi); (2) mendeskripsikan nilai dan fungsi mitos dikaitkan dengan persepsi dan keyakinan (penyajian); dan (3) menarik simpulan fungsi mitos bagi penguatan eksistensi tradisi dan penegasan tujuan hidup (verifikasi). Hasil penelitian mengungkap, pertama, Juadah Kirik dimitoskan sebagai roh jahat pengganggu masyarakat, sementara itu Sunggasanga dimitoskan sebagai pusaka untuk menetralisasi roh jahat yang dapat mengubah peran Juadah Kirik dari pengganggu menjadi penjaga desa. Kedua, mitos Juadah Kirik dan Pusaka Sunggasanga merupakan proyeksi konsepsi ajaran keselarasan hidup masyarakat Tengger yang bersesuaian dengan ajaran keselarasan Hindu tentang Rwa Bhineda. Praktik Pujan Kasanga yang melatarbelakanginya merupakan praktik pemulihan keselarasan yang menciptakan ketenangan dan kebahagiaan dalam kehidupan masyarakat

Cite

CITATION STYLE

APA

Sukmawan, S., & Putra, M. Z. E. (2023). Tradisi Pujan Kasanga: Mengungkap Konsep Keselarasan Hidup Masyarakat Tengger. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 8(2), 173–184. https://doi.org/10.24832/jpnk.v8i2.4350

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free