Kuantitas, Kualitas, dan Daya Fagositosis Neutrofil pada Saliva dan Darah Bayi Baru Lahir dengan Faktor Risiko Sepsis

  • Yunanto A
  • Chandra M
  • Widjajanto E
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
14Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Sepsis neonatal adalah  sindrom klinik pada bulan pertama kehidupan bayi akibat  respons  sistemik  terhadap  infeksi.   Analisis saliva menjadi sumber daya penting untuk mengevaluasi kondisi saliva pada  implikasi keadaan  fisiologis dan patologis,  yang berguna sebagai sarana untuk diagnosis penyakit. Neutrofil merupakan merupakan sel yang pertama kali datang di lokasi inflamasi dan merupakan komponen seluler utama untuk respon natural selama infeksi akut, influks ke saliva  terjadi  terus-menerus. Tujuan dari penelitian  ini adalah untuk mengetahui kualitas dan kuantitas neutrofil saliva dan darah bayi baru lahir dengan risiko sepsis. Sebanyak 30 sampel dari saliva dan darah bayi dengan risiko sepsis diambil sebagai kasus serta 30 sampel saliva dan darah bayi sehat sebagai kontrol. Terdapat perbedaan yang bermakna antara jumlah neutrofil, daya fagositosis (30 menit dan 60 menit), ekspresi TLR2 & TLR4, myeloperoksidase (MPO), H2O2, dan laktoferin (LTF) pada saliva dan darah bayi kasus dibandingkan dengan saliva dan darah bayi kontrol. Hasil menunjukkan neutrofil saliva dapat digunakan sebagai salah satu biomarker adanya sepsis neonatal awitan dini.Kata Kunci: Fagositosis, H O LTF, MPO, neutrofil, sepsis neonatal, TLR2, TLR4 2 2,

Cite

CITATION STYLE

APA

Yunanto, A., Chandra, M., Widjajanto, E., & Widodo, M. A. (2013). Kuantitas, Kualitas, dan Daya Fagositosis Neutrofil pada Saliva dan Darah Bayi Baru Lahir dengan Faktor Risiko Sepsis. Jurnal Kedokteran Brawijaya, 27(2), 89–95. https://doi.org/10.21776/ub.jkb.2012.027.02.7

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free