Abstract
Kota Malang merupakan kota madya yang berkembang setelah dirancang oleh Ir. Herman Thomas Karsten yang merupakan arsitek yang ditunjuk untuk merancang pengembangan kota. Perencanaan dan perluasan Kota Malang tersebut dijabarkan melalui Bouwplan I-VIII yang mulai dilaksanakan pada Tanggal 18 Mei 1917 dengan konsep garden city. Bouwplan I merupakan kawasan pemukiman elit yang diperuntukan bagi golongan orang Eropa sejak tahun 1918. Penataan kawasan ini dirancang mulai dari pemilihan lokasi, kelengkapan fasilitas dan penataan ruang terbuka hijaunya. Pada fasilitas ruang terbuka hijau terdapat pohon pelindung dan tanaman hias yang terus dilestarikan sampai saat ini. Pohon memiliki peranan penting secara fungsional dan estetika pada suatu kota. Keberadaan pohon dalam suatu perumahan, jalan dan taman memiliki pengaruh yang besar dalam memperbaiki kualitas lingkungan, meningkatkan kualitas udara, mencegah terjadinya erosi dan dapat memodifikasi iklim mikro. Namun, pohon - pohon tepi jalan yang telah ditanami sejak masa kolonial sudah menjadi pohon tua yang biasanya memiliki kerentanan terkena penyakit ataupun rusak dan hal ini bisa di akibatkan dari faktor luar dan faktor dalam. Mengingat pentingnya fungsi pohon tepi jalan dan kontribusinya terhadap kualitas lingkungan. Maka perlu adanya evaluasi dan penilaian kondisi fisik pohon, sehingga pemanfaatan pohon ini bekerja sesuai dengan fungsinya. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi dan mempelajari penyebaran jenis pohon tepi jalan di kawasan perumahan Bouwplan I (oranjebuurt), tingkat kesehatan pohon tepi jalan di kawasan perumahan Bouwplan I (oranjebuurt) dan penyebab kerusakan pohon tepi jalan di kawasan perumahan Bouwplan I (oranjebuurt) di Kota Malang. Penelitian dilaksanakan pada bulan September - Oktober 2021 yang fokus pada beberapa jalan di Kecamatan Klojen, Kota Malang. Jenis data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data lapangan, data spasial dan regulasi. Pengambilan data, identifikasi jenis pohon dan kesehatan pohon pada lokasi penelitian dilakukan dengan cara sensus. Metode sensus yang dilakukan dengan mengamati kondisi fisik pohon dan kesehatan pohon secara satu persatu di lokasi pengamatan (koridor jalan). Data spasial didapatkan dari sumber peta yang diolah menjadi peta tematik SIG. Selanjutnya, data pohon yang sudah didapatkan dianalisis menggunakan metode Forest Health Monitoring (FHM). Berdasarkan hasil identifikasi penyebaran jenis pohon tepi jalan, pada kawasan arteri sekunder memiliki hasil keanekaragaman yang lebih tinggi yaitu sebanyak 633 pohon, sedangkan pada kawasan kolektor sekunder hanya terdapat 339 pohon. Namun, berdasarkan nilai indeks keanekaragaman pada kedua kawasan tersebut termasuk dalam kategori keanekaragaman sedang karena memiliki nilai indeks 1 - 3. Pada kedua kawasan tersebut didominasi oleh tanaman kenari (Canarium commune L.) sebanyak 17,2% pada kawasan arteri sekunder dan 37,8% pada kawasan kolektor sekunder dari total populasi. Pohon kenari di kedua kawasan termasuk dalam golongan pohon tua karena memiliki diameter batang mencapai 1 - 2 m dengan tinggi 10 - 45 m. Berdasarkan hasil identifikasi tingkat kesehatan pohon, menunjukkan bahwa ke dua kawasan tersebut memiliki tingkat kesehatan pohon yang tinggi, karena hasil persentase sakit parah di kawasan arteri sekunder hanya sebesar 11% dan pada kawasan kolektor sekunder memiliki tingkat sakit parah sebesar 14%. Hal tersebut dapat disebabkan oleh tingkat kerusakan yang tinggi akibat serangan hama dan penyakit maupun aktivitas manusia pada kedua kawasan tersebut. Kerusakan yang paling banyak ditemukan terdapat pada lokasi cabang dengan tipe kerusakan cabang patah atau mati pada kawasan arteri sekunder, sedangkan pada kawasan kolektor sekunder kerusakan yang paling banyak disebabkan vandalisme. Lokasi kerusakan didominasi pada batang bagian bawah dan tipe kerusakan kanker, batang patah, malformasi, busuk hati, luka terbuka, perubahan warna daun dan cabang berlebih. Faktor penyebab kerusakan pohon tepi jalan dapat disebabkan oleh tata guna lahan dan umur pohon yang relatif tua.
Cite
CITATION STYLE
Maudina, R. S., & Baskara, M. (2023). Evaluasi Kesehatan Pohon Tepi Jalan di Kawasan Perumahan Bouwplan I (Oranjebuurt) Kota Malang. Produksi Tanaman, 011(05), 323–331. https://doi.org/10.21776/ub.protan.2023.011.05.06
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.