D’TAMU (Desa Wisata Jamu): Hilirisasi Jamu Saintifik Diabetes Melitus

  • Romdhoni M
  • Karita D
  • Ningrom I
N/ACitations
Citations of this article
21Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat ini merupakan bagian dari program jangka panjang terkait penanggulangan penyakit tidak menular/Non Communicable Disease (NCD) secara mandiri oleh masyarakat, yang bertujuan untuk menggulangi masalah kesehatan khususnya penyakit degeneratif yakni Diabetes Melitus Tipe-2 (DMT2) di wilayah kerja Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Desa Bantarwuni, kecamatan Kembaran, kabupaten Banyumas, Jawa Tengah yang memiliki angka kejadian sekitar 1.233 kasus. Penyakit tersebut sangat mengganggu kualitas hidup manusia sehingga akan mempengaruhi roda perekonomian masyarakat karena jika telah terkena penyakit tersebut maka seseorang tidak akan dapat bekerja secara optimal. Penanganan DMT2, selain dengan obat medis, dapat diberikan jamu saintifik. Pemahaman masyarakat penyiapan jamu saintifik secara benar merupakan hal yang penting disamping pemahaman tentang khasiat dan kandungan dari ramuan jamu itu sendiri. Metode pengabdian yang digunakan adalah dengan cara memperlihatkan secara langsung dan memberikan penjelasan tentang ramuan jamu saintifik untuk gangguan DMT2 kepada masyarakat yang hadir. Selanjutnya dilakukan simulasi penyiapan jamu saintifik yang disaksikan secara langsung oleh peserta dan selanjutnya peserta diminta untuk melakukannya sendiri dengan supervise dari penyaji. Setelah pengabdian ini, masyarakat menjadi faham tentang ramuan jamu saintifik untuk gangguan DMT2 dan mereka dapat melakukan penyiapan jamu saintifik dengan baik sesuai panduan.Abstract: This engagement is part of a long-term program related to the prevention of non-communicable diseases (NCD) independently by the community, which aims to tackle health problems, especially degenerative diseases, namely Diabetes Mellitus Type-2 (T2DM) in the working area of Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) of Bantarwuni, Kembaran, Banyumas, Central Java which has an incidence of around 1,233 cases. Handling of T2DM, apart from medical drugs, can be given scientific herbal medicine. Therefore, public understanding of the correct preparation of scientific herbal medicine is essential in understanding the properties and contents of the herbal concoctions themselves. Therefore, the service method used is by showing directly and explaining scientific herbal concoctions for T2DM disorders to the people present. Furthermore, a simulation of the preparation of scientific herbal medicine was carried out, which was witnessed directly by the participants. Then the participants were asked to do it themselves with supervision from the presenter. After this service, the community became aware of scientific herbal concoctions for T2DM disorders, and they were able to prepare scientific herbs properly according to the guidelines

Cite

CITATION STYLE

APA

Romdhoni, M. F., Karita, D., & Ningrom, I. C. (2021). D’TAMU (Desa Wisata Jamu): Hilirisasi Jamu Saintifik Diabetes Melitus. JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia), 2(3), 202–208. https://doi.org/10.36596/jpkmi.v2i3.184

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free