Abstract
Meningkatnya penggunaan media sosial, yang dapat menimbulkan adiksi dan berdampak buruk pada kesehatan mental, khususnya depresi, pada mahasiswa Universitas Padjadjaran, adalah subjek penelitian ini. Tujuan utama penelitian adalah untuk melihat bagaimana adiksi media sosial berdampak pada tingkat depresi populasi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif, menggunakan instrumen Internet Addiction Test (IAT) untuk mengukur tingkat adiksi media sosial dan Skala Depresi Pusat Studi Epidemiologi (CES-D). Data diuji dengan regresi linier. Hasilnya menunjukkan koefisien regresi sebesar 0,835 dan nilai Beta sebesar 0,755 (p < 0,001), yang menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan antara adiksi media sosial dan depresi. Selain itu, ada korelasi positif Pearson sebesar 0,755. Hasil ini mendukung bukti sebelumnya bahwa adiksi media sosial berkorelasi langsung dengan depresi mahasiswa. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media sosial di institusi pendidikan tinggi harus diperhatikan. Strategi literasi digital dan metode penggunaan media sosial yang sehat dapat dipertimbangkan untuk mengurangi depresi yang terkait dengan adiksi media sosial.
Cite
CITATION STYLE
Mulantara, M., Wibowo, K. A., & Fuady, I. (2025). Pengaruh Adiksi Media Sosial terhadap Tingkat Depresi pada Mahasiswa: Studi Kuantitatif di Universitas Padjadjaran. Jurnal Penelitian Inovatif, 5(2), 2103–2110. https://doi.org/10.54082/jupin.1366
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.