Faktor Risiko Kegagalan Antibiotika Empirik pada Pneumonia Anak (Studi Retrospektif)

  • Setyoningrum R
  • Rahmawati D
N/ACitations
Citations of this article
21Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pendahuluan: Pneumonia disebabkan oleh berbagai macam mikroorganisme. Terapi awal pneumonia anak adalah pemberian antiobiotika empirik. Pengamatan respon terapi antibiotika sangat diperlukan karena tidak semua anak menunjukkan respon yang baik terhadap terapi awal. Tujuannya yaitu menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kegagalan respon terapi antibiotika empirik pada pneumonia anak.Metode: Penelitian dilakukan secara analitik observasional dengan pendekatan penelitian retrospektif dari 1 Januari 2014 – 31 Desember 2016 di Ruang Rawat Inap Anak RSUD Dr. Soetomo. Subjek adalah anak usia 2-59 bulan dengan terapi antibiotika empirik ampisilin dan gentamisin. Respon terapi dinilai 2-3 hari masa perawatan.Hasil: Didapatkan 297 anak dengan pneumonia berusia 2-59 bulan, 42 (14%) subjek gagal terapi antibiotika empirik. Dari sembilan variabel yang diteliti, analisis multivariat regresi logistik didapatkan gambaran efusi pleura (PR 7.25; p <0,001), atelektasis (PR 4,56; p 0,008), dan trombositosis (PR 3.32; p 0,008) secara statistik bermakna mempengaruhi respons terapi antibiotika empirik pada pneumonia anak. Kesimpulan: Gambaran efusi pleura, atelektasis dan trombositosis merupakan faktor risiko kegagalan respon terapi antibiotika empirik pada pneumonia anak di RSUD Dr. Soetomo.

Cite

CITATION STYLE

APA

Setyoningrum, R. A., & Rahmawati, D. (2020). Faktor Risiko Kegagalan Antibiotika Empirik pada Pneumonia Anak (Studi Retrospektif). Journal Of The Indonesian Medical Association, 70(10), 216–221. https://doi.org/10.47830/jinma-vol.70.10-2020-294

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free