Abstract
Pada rentang waktu yang panjang, dakwah merupakan fenomena agama dan social, yang sama tuanya dengan agama Islam. Dakwah juga merupakan sesuatu yang tanpa akhir (on going proses), antara dakwah dan Islam terjadi hubungan dialektis, Islam tersebar karena dakwah, dan dakwah dilakukan atas dasar tuntunan ajaran Islam. Melihat sosio budaya dan perkembangan zaman yang begitu cepat membawa dampak dari masyarakat sebagai sasaran dakwah (mad’u) membutuhkan geliat dari juru dakwah untuk lebih representatife dalam memahami kebutuhan mad’u. karena juru da’i sebagai the power of change dalam pengemban dakwah Islamiyah. Hikmah ditempatkan diurutan pertama dalam Surah an-Nahl ayat 125 sebagai metode dakwah yang langsung Allah ajarkan kepada utusan pembwa risalah, karena arti hikmah memang mencakup kecerdasan emosional, intelektual dan spiritual. Dengan modal hikmah da’i akan memiliki kecerdasan dalam berdakwah, rasa simpatik akan mampu menarik lingkungan kedalam ajakannya. Wawasan yang luas akan memberikan pemahaman terhadap mad’u dan kepribadian yang mulia kian memancarkan kewibawaan bagi da’I dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah.
Cite
CITATION STYLE
Kholiq, Abd., & Shofiyah, S. (2022). Implementasi Al-Hikmah Dalam Metode Dakwah Di Surah An-Nahl Ayat 125. Alamtara: Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 6(2), 164–172. https://doi.org/10.58518/alamtara.v6i2.1155
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.