PEMANFAATAN MINYAK JELANTAH MENJADI BIODIESEL BAHAN BAKAR CAIR ALTERNATIVE DENGAN METODE PENGADUKAN YANG KONSTAN

  • Laili R
N/ACitations
Citations of this article
37Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Minyak jelantah , yang dalam penelitian ini diambil dari penjual gorengan yang  ada didalam kota Palembang ,  ini dipakai  sebanyak   0,5 liter (500 cc) , selain itu katalis yang digunakan adalah KOH sebanyak 2 % dari berat minyak jelantah , alkohol yang dipakai  dalam hal ini methanol  96%  , serta  karbon aktif  yang berfungsi untuk mengikat asam lemak bebas  dipakai  sebanyak  10 % dari berat minyak jelantah. Proses penelitian dilakukan secara  bertahap,  dalam  hal ini dilakukan  dengan  4 tahap ,yaitu tahap pertama adalah proses bleaching menggunakan karbon aktif, tahap kedua  proses esterifikasi untuk mendapatkan senyak Metoksida , tahap ketiga  adalah tran esterifikasi   dengan mereaksikan senyawa minyak jelantah yang sudah di bleaching dengan larutan metoksida , dalam hal ini putaran pengaduk berjalan konstan 200 rpm, selama 1 jam, temperature reaksi  dibuat bertahap dari 50oC,60oC 70oC dan 80oC, begitu juga dengan waktu reaksi, mulai dari 50’ , 60’, 70’ dan 80’. Hasil dari penelitian ini didapat rendemen  biodiesel sebanyak 74,5% dengan density 8,1 gram/cc.

Cite

CITATION STYLE

APA

Laili, R. (2022). PEMANFAATAN MINYAK JELANTAH MENJADI BIODIESEL BAHAN BAKAR CAIR ALTERNATIVE DENGAN METODE PENGADUKAN YANG KONSTAN. Jurnal Tekno, 19(1), 11–19. https://doi.org/10.33557/jtekno.v19i1.1633

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free